Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, resmi melantai di bursa Nasdaq Amerika Serikat pada Jumat, 12 Juni 2026.

Langkah ini dilakukan setelah perusahaan merampungkan penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah.

>>> Saham Perbankan Jumbo Menguat dalam Sepekan, BBCA Pimpin Kenaikan

Berdasarkan dokumen Securities and Exchange Commission, SpaceX menggalang dana sebesar 75 miliar dolar AS. Perusahaan menjual 555,6 juta saham dengan harga 135 dolar AS per lembar.

Kapitalisasi pasar SpaceX mencapai 1,77 triliun dolar AS. Angka tersebut menempatkan SpaceX sebagai perusahaan paling berharga ketujuh di Amerika Serikat, melampaui Tesla.

Fase Pertumbuhan Signifikan

Dalam siaran langsung bersama JPMorgan Chase sebelum IPO, Elon Musk menyebutkan bahwa perusahaan sedang memasuki fase pertumbuhan signifikan.

Ia menjelaskan bahwa SpaceX telah memiliki arus kas positif sejak sekitar tahun 2015.

Keputusan melantai di bursa saham diambil untuk menggalang modal besar.

Dana tersebut akan digunakan untuk rencana menempatkan lebih dari 100.000 satelit komunikasi di orbit serta membangun pusat data kecerdasan buatan di luar angkasa.

Musk juga menyatakan ambisinya untuk membawa manusia ke Bulan, Mars, dan seterusnya.

Meskipun SpaceX didirikan sebagai produsen roket yang dapat digunakan kembali, saat ini divisi internet satelit Starlink menjadi satu-satunya bagian bisnis yang menghasilkan keuntungan.

>>> Kelelahan Empati Mengintai Pengguna Media Sosial

Prospektus perusahaan menunjukkan adanya akumulasi defisit total sebesar 41,3 miliar dolar AS sejak didirikan pada tahun 2002.

Ekspansi bisnis SpaceX juga mencakup akuisisi startup xAI milik Musk pada Februari 2026.

Akuisisi tersebut membawa serta pusat data, model Grok AI, chatbot, serta media sosial X.

Namun, kehadiran unit kecerdasan buatan ini memicu protes dari koalisi kelompok akuntabilitas teknologi terkait kasus hukum konten pornografi deepfake non-konsensual yang dihasilkan oleh Grok.

Di bursa Nasdaq New York, antusiasme tinggi terlihat saat jajaran eksekutif SpaceX menandai dimulainya perdagangan secara simbolis.

Presiden dan COO SpaceX, Gwynne Shotwell, menyatakan bahwa langkah ini mungkin akan membuat hidup Elon sedikit lebih mudah.

Pernyataan tersebut merespons spekulasi mengenai kemungkinan merger antara SpaceX dan Tesla di masa depan.

>>> Novelty Training Gelar Pelatihan Trainer Berbasis SKKNI Level 4

Debut SpaceX memicu tekanan pada saham sektor luar angkasa lainnya, dengan Rocket Lab turun lebih dari 5 persen, Redwire merosot 7 persen, dan Virgin Galactic anjlok hingga 24 persen.