Hari Arafah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam rangkaian ibadah haji.

Momentum ini menjadi waktu bagi jemaah haji untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah, yang merupakan rukun utama haji.

>>> Apakah Kebahagiaan Benar-Benar Perlu Diumumkan?

Rasulullah SAW menegaskan bahwa haji adalah Arafah, yang berarti wukuf di Padang Arafah menjadi inti dari seluruh manasik.

Pada saat itu, jemaah berkumpul dengan khusyuk untuk memanjatkan doa, dzikir, istighfar, dan taubat.

Anjuran Membaca Dzikir Tauhid

Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan pada Hari Arafah adalah dzikir tauhid. Amalan ini bersumber dari pengajaran Rasulullah SAW kepada umatnya.

Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf meriwayatkan hadis dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa doa yang paling banyak diucapkan Rasulullah SAW dan para nabi sebelumnya di Arafah adalah: "La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir."

Artinya: Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji.

Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Para ulama menilai bahwa kalimat tauhid ini tidak hanya berisi pujian, tetapi juga mengandung makna permohonan yang mendalam.

Doa Pendukung Saat Wukuf

Selain dzikir tauhid, riwayat dari Ibnu Abi Syaibah juga mencantumkan doa lain yang dianjurkan pada Hari Arafah.

>>> Bioskop Trans TV Tayangkan Film Aksi Primal Nicolas Cage 12 Juni 2026

Doa tersebut berisi permohonan cahaya dalam hati, pendengaran, dan penglihatan, serta perlindungan dari berbagai keburukan.

Doa itu berbunyi: "Allahummaj'al fi qalbi nuran, wa fi sam'i nuran, wa fi bashari nuran.