Allahummasyrah li shadri wa yassir li amri, wa a'udzu bika min waswasish shadri wa syatatil amri wa fitnatil qabri.

Allahumma inni a'udzu bika min syarri ma yaliju fil laili wa min syarri ma yaliju fin nahar, wa min syarri ma tahubbu bihir riyah, wa min syarri bawa'iqid dahri."

Riwayat ini juga didokumentasikan oleh ath-Thabrani, at-Tirmidzi, dan Imam Malik.

Para ulama mencatat bahwa riwayat yang paling kuat adalah dzikir tauhid tanpa rangkaian doa panjang, namun esensi keduanya tetap pada permohonan dan penghambaan kepada Allah.

Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menyatakan bahwa hadis tentang dzikir Hari Arafah memiliki sanad hasan. Riwayat Imam Ahmad juga menegaskan bahwa para perawinya tergolong tsiqah atau tepercaya.

Penjelasan ulama ini memperkuat anjuran bagi jemaah haji yang sedang wukuf untuk memperbanyak dzikir tauhid.

>>> PepsiCo Indonesia Targetkan Lay's Jadi Top of Mind Piala Dunia 2026

Umat Islam di seluruh dunia juga dianjurkan untuk meningkatkan dzikir dan doa pada Hari Arafah dengan penuh keyakinan.