Fran Cutler, perencana pesta selebriti, mengaku memiliki daftar fisik orang-orang yang ia benci. Ia menulisnya di malam hari saat bosan.

"Seperti, saya melihatmu, saya tahu siapa dirimu. Saya menulisnya di malam hari saat bosan," kata Cutler dalam podcast Second Act with Ateh Jewel.

>>> Transaksi QRIS Tumbuh 111,94 Persen pada Triwulan I-2026

"Saya tidak membicarakan mereka; saya hanya menyimpannya dalam daftar dan berpikir, saya punya kamu dan saya tahu persis siapa dirimu."

Seorang penulis mengaku sebagai anggota komunitas penyimpan dendam. Baginya, menyimpan dendam bukanlah hal mudah, melainkan bukti dedikasi, tekad, dan prinsip.

Dendam penulis ini biasanya ditujukan kepada orang yang tidak ia kenal baik. Ironisnya, pihak yang dirugikan adalah dirinya sendiri, sementara pihak lain tidak peduli.

Contohnya, ia memilih rumah karena dekat dengan deretan toko, termasuk Londis, agen koran, dan binatu.

Namun, karena perselisihan mengenai yogurt, kebijakan kartu, dan celana suaminya, ia tidak bisa masuk ke toko-toko tersebut selama 15 tahun.

>>> Mentan Amran Bangga Petani Muda Merauke Kuasai Drone, Produktivitas Padi Melonjak

Ia juga menolak menonton acara TV DTF St Louis karena dibintangi David Harbour, sebagai bentuk kesetiaan kepada Lily Allen yang tidak ia kenal.

Pengalaman paling menyakitkan terjadi di toko roti lokal. Saat ia masuk dan memuji cruffin, wanita di balik meja berkata dengan nada merendahkan, "Oh, tidak.

Anda harus datang jauh lebih awal jika ingin mendapat cruffin."

Penulis merasa terintimidasi dan pergi dengan malu.

Sejak itu, ia tidak pernah menginjakkan kaki di toko roti tersebut, meskipun toko itu sudah pindah ke tempat yang lebih besar.

>>> INDYCAR Drivers Root for Home Countries in World Cup

Berbeda dengan Cutler yang mencatat dendam, penulis menyimpan semua daftar di kepalanya. Ia percaya bahwa dendam membuat dunia menjadi tempat yang lebih adil dan penuh rasa hormat.