Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya soal berat badan di tengah perang memicu kritik.

Namun, di balik itu, para psikolog Israel telah lama mengupas kepribadiannya.

>>> Dua Heli Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Dalam wawancara dengan Channel 14, Netanyahu ditanya bagaimana serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 mengubah dirinya. Serangan itu menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang.

Netanyahu awalnya menjawab bahwa peristiwa itu mengubah pandangannya tentang doktrin keamanan Israel, terutama perlunya zona penyangga di wilayah musuh.

"Saya telah belajar dari pengalaman," katanya.

Ketika didesak soal perubahan pribadi, ia berkelakar, "Pertama-tama, saya kehilangan sedikit berat badan." Lawan politiknya pun langsung mengkritik pernyataan enteng tersebut.

Analisis Psikolog: Agresif dan Manipulatif

Psikolog klinis senior Dr Ofer Grozberg dari Tel Aviv University pernah mewawancarai Maariv tahun lalu untuk mengungkap kepribadian Netanyahu.

Menurutnya, Netanyahu adalah orator ulung yang memikat khalayak dengan tema "kita akan selalu kuat, kita akan bertahan, dan kita akan menang."

Namun, gaya pidatonya yang bernuansa alkitabiah dan penuh gerakan tegas sering dianggap merendahkan oleh kalangan politik tengah dan kiri.

>>> Sosok Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Ajukan Pembebasan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

Mereka lebih menyukai komunikasi introspektif dan egaliter.

Grozberg menjelaskan bahwa Netanyahu adalah putra keluarga Revisionis. Ayahnya, seorang profesor sejarah, digambarkan sebagai sosok ideologis, dingin, jauh, dan kritis.

"Jika saya tidak membela diri sendiri, siapa yang akan membela saya?" kata Grozberg menirukan pola pikir yang ditanamkan ayahnya.

Psikolog Shaul Kimhi dari Tel-Hai College juga menerbitkan profil Netanyahu pada Januari 2001. Ia menemukan bahwa Netanyahu mewarisi sifat egosentris, ambisius, dan agresif dari ayahnya.

Kimhi mencatat bahwa kesuksesan pribadi lebih penting bagi Netanyahu daripada ideologi. Ia menerima bantuan dari kontributor AS yang memiliki pandangan ekstrem, seperti Sheldon Adelson.

Ambisi dan tekad menjadi ciri paling menonjol. Netanyahu ingin menjadi yang terbaik, mengalahkan orang lain, dan meraih puncak.

Ia memandang politik sebagai hukum rimba, di mana yang kuat bertahan.

>>> C909 China Rayakan 10 Tahun Layanan Komersial, Perluas Penerbangan Regional

Agresi dan manipulasi Netanyahu berasal dari perhitungan rasional yang dingin, bukan kebencian. Baginya, pencapaian tujuan membenarkan segala cara politik.