Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya belum akan meninggalkan Lebanon selatan. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi tentara Israel di wilayah yang diduduki pasukan Zionis tersebut.

"Penegasan kami adalah bahwa kami tidak akan meninggalkan Lebanon selatan sampai ancaman itu dihilangkan," kata Netanyahu kepada militer Israel, Selasa (30/6), dikutip Reuters.

>>> BPS Pastikan Metodologi Terstandar Jadi Fondasi Sensus Ekonomi 2026

"Dan selama Hizbullah masih berada di sini, bersenjata dan mengancam kami, kami juga akan tetap berada di sini," imbuh dia.

Pernyataan Netanyahu berbanding terbalik dengan kesepakatan gencatan senjata yang sudah disetujui Lebanon dan Israel. Dalam kesepakatan itu disebutkan Israel akan menarik pasukan dari dua wilayah di Lebanon selatan.

Menurut sumber, pasukan Israel bakal ditarik dari selatan dan utara Sungai Latani. Sebagai bagian dari perjanjian, Angkatan Bersenjata Lebanon akan bergerak ke wilayah-wilayah itu sebagai program percontohan.

>>> Purbaya Buka Peluang Evaluasi Pajak JHT: Kita Lihat Dulu Kondisinya

Lebanon kembali terseret konflik setelah Hizbullah menggempur Israel sebagai bentuk pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari.

>>> Komisi I DPR Setujui Dua RUU Kerja Sama Pertahanan dengan Turki dan Malaysia

Israel juga menggempur habis-habisan Lebanon dengan dalih Hizbullah mengancam keamanan negara mereka.