Para pelayat di upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengibarkan spanduk dan bendera merah. Rangkaian pemakaman telah dimulai sejak 3 Juli 2026.

Bendera merah tersebut merupakan simbol Syiah untuk menuntut pembalasan atas darah pemimpin mereka yang terbunuh.

>>> Kapal Kargo Diserang Kelompok Bersenjata di Lepas Pantai Yaman

Mengutip Al-Jazeera, bendera itu bertuliskan slogan perlawanan seperti 'Ya Latharat al-Hussein' (wahai pembalas Hussein) dan 'Ya Latharat al-Khamenei' (wahai pembalas Khamenei).

Ungkapan itu menggabungkan ratapan atas Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad yang terbunuh di Karbala pada 680 M.

Peristiwa itu merupakan inti identitas Syiah dan diperingati setiap tahun sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan.

Seruan 'Ya Latharat al-Hussein' secara historis digunakan untuk menggalang pembalasan. Dalam kasus Khamenei, slogan menandakan seruan langsung untuk membalas dendam terhadap mereka yang membunuhnya.

>>> Pemilik Toyota Innova Hybrid Ngamuk, Mobil Rusak Usai Isi Bioetanol

Dalam tradisi Syiah, panji merah melambangkan darah yang tertumpah secara tidak adil dan berfungsi sebagai seruan pembalasan.

Para pelayat juga membawa bendera nasional Iran dan panji kuning yang mewakili Hizbullah.

Jutaan orang menghadiri doa pemakaman untuk mendiang Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya. Mereka tewas dalam serangan AS-Israel di kompleksnya pada 28 Februari 2026.

Dalam prosesi pemakaman, hanya tiga anak laki-laki Khamenei yang terlihat hadir, yaitu Masoud, Meysam, dan Mostafa.

>>> Kesulitan Mendengar di Keramaian Bisa Jadi Tanda Awal Demensia

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ingin menyerang Iran saat pemakaman, meski mengancam bisa melakukannya dengan satu tembakan.