Seorang pemilik Toyota Innova Hycross hybrid di Bihar, India, meluapkan kemarahannya melalui media sosial. Manish Kashyap mengaku mobilnya mengalami kerusakan setelah mengisi bensin campuran bioetanol 20 persen (E20).

Mobil yang di Indonesia dikenal sebagai Toyota Innova Zenix itu baru menempuh sekitar 12.000 kilometer.

>>> Kesulitan Mendengar di Keramaian Bisa Jadi Tanda Awal Demensia

Kashyap mengeluarkan dana 40 lakh rupee atau sekitar Rp753,52 juta untuk kendaraan tersebut.

Dalam video yang diunggah, Kashyap menunjukkan mobilnya mengalami getaran mesin, knocking, hingga gejala mogok.

Ia mengklaim sampel bahan bakar menunjukkan kadar etanol abnormal dan kontaminasi, dengan bensin dan etanol tampak terpisah di dalam botol.

Kashyap bahkan menyebut kadar etanol dalam bahan bakarnya mencapai 40 persen, jauh di atas 20 persen. Namun klaim tersebut belum terverifikasi secara independen.

>>> Revolusi Desain Protein: AI Buka Pintu Baru bagi Ilmuwan di Seluruh Dunia

Bantahan Toyota

Toyota membantah E20 sebagai penyebab kerusakan.

Perusahaan menyatakan Innova Hycross hybrid kompatibel dengan E20 dan telah dirancang, diuji, serta disertifikasi untuk penggunaan bahan bakar tersebut.

Berdasarkan asesmen teknis, Toyota menyimpulkan masalah disebabkan oleh kontaminasi bahan bakar.

Tangki dan saluran bahan bakar telah dikuras, dibersihkan, dan diisi ulang dengan E20 standar sebelum kendaraan dinyatakan normal.

>>> Chicago Cubs Rekrut Jake Woodford, Bryse Wilson Dilepas

Toyota mengimbau konsumen mengisi bahan bakar di SPBU resmi dan terpercaya untuk meminimalkan risiko kontaminasi atau pengoplosan yang dapat berdampak buruk pada performa kendaraan.