Early Childhood Association (ECA) India mendesak pemerintah untuk memberlakukan kerangka regulasi nasional yang seragam dan membentuk kementerian khusus yang menangani pengasuhan anak usia dini.

Desakan ini muncul setelah dugaan kekerasan yang dilakukan pengasuh terhadap balita di sebuah pusat penitipan anak di Bengaluru pada 5 Juli 2026.

>>> Kabut Tebal Tunda Kemenangan Cardinals atas Cubs di Wrigley Field

Dalam evaluasinya, ECA menyoroti celah regulasi kritis dalam penanganan pengaduan, verifikasi latar belakang staf, dan inspeksi rutin di sektor penitipan anak swasta India yang sebagian besar tidak diawasi oleh dinas negara bagian.

Regulasi yang Tumpang Tindih

Presiden ECA India menyatakan bahwa masalah terbesar adalah dikotomi regulasi.

Pendidikan merupakan subjek konkuren, sehingga kebijakan antarnegara bagian sangat berbeda dan jarang ditegakkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Saat ini hanya empat negara bagian—Maharashtra, Kerala, Karnataka, dan Haryana—yang memiliki peraturan khusus untuk tempat penitipan anak, yang berasal dari ambang batas ketenagakerjaan, bukan undang-undang perizinan yang komprehensif.

>>> Psikolog Ungkap Kesalahan Komunikasi Orang Tua yang Bikin Anak Sulit Diatur

Pembagian pengasuhan anak usia dini antara dua kementerian yang berbeda juga melemahkan pengawasan administratif untuk anak usia lahir hingga enam tahun.

ECA juga menyoroti kurangnya pelatihan pengasuh, di mana banyak pekerja mengganti standar profesional dengan praktik pengasuhan pribadi yang tidak tepat.

Organisasi ini tengah merancang kursus sertifikat berbasis keterampilan untuk staf pembantu guna memperkenalkan kualifikasi standar dan kebijakan keselamatan tanpa toleransi di seluruh industri.

Presiden ECA menambahkan bahwa pengawasan terus-menerus melalui kamera menghadapi kendala hukum serius berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Digital 2023, yang mengklasifikasikan data visual anak sebagai informasi pribadi yang dilindungi.

>>> Studi Ungkap Kecerdasan Anak Lebih Banyak Diwarisi dari Ibu

Ia juga mengingatkan orang tua untuk waspada terhadap tanda-tanda emosional seperti perubahan perilaku mendadak, menolak pergi ke prasekolah, mengompol, masalah makan, dan menangis terus-menerus yang bisa mengindikasikan tekanan pada balita.