Kabut tebal menyelimuti Wrigley Field pada Sabtu malam, memaksa penundaan cuaca selama 15 menit setelah inning keenam sebelum St. Louis Cardinals meraih kemenangan 3-0 atas Chicago Cubs.

Gangguan visual ini menambah malam yang sudah bermasalah, yang diawali dengan penundaan hujan dan petir selama 59 menit.

>>> Psikolog Ungkap Kesalahan Komunikasi Orang Tua yang Bikin Anak Sulit Diatur

Sebanyak 38.872 penonton menyaksikan papan skor dan tribun atas stadion bersejarah itu hilang dari pandangan.

St. Louis membangun keunggulan awal melalui home run pertama dari rookie JJ Wetherholt pada inning pertama dan single RBI Ivan Herrera di inning ketiga.

Pitcher Kyle Leahy melempar lima inning tanpa kebobolan.

Kabut paling tebal terjadi pada inning keenam ketika sistem Hawkeye gagal melacak lemparan yang ditantang melalui sistem Automated Ball Strike, menyebabkan grafik ulangan di papan video lapangan kiri terhenti total.

Kesulitan Pemain Bertahan

Kisah malam itu berpusat pada kondisi ekstrem yang dialami pemain luar saat mencoba melacak bola terbang melalui kabut tebal.

"Saya di lapangan luar dan saya tidak bisa melihat pemukul atau apa pun," kata Lars Nootbaar, pemain luar Cardinals.

Visibilitas rendah menciptakan hambatan signifikan bagi unit pertahanan, terutama saat bola cepat tinggi yang dipukul Masyn Winn menghasilkan tangkapan sliding spektakuler di lapangan tengah.

"Saya benar-benar tidak mengerti bagaimana (Crow-Armstrong) melihat bola saya, sejujurnya," kata Masyn Winn, shortstop Cardinals.

Pertahanan lawan juga mengungkapkan kekaguman pada lingkungan bermain yang aneh di dalam stadion bersejarah yang terletak di dekat Danau Michigan itu.

"Itu sangat berat," kata Pete Crow-Armstrong, pemain tengah Cubs.

Pemain tengah muda itu mencatat bahwa pola cuaca yang berubah menyebabkan masalah koordinasi besar di seluruh lapangan.