Pemerintah India berupaya meredam kemarahan publik terkait kewajiban penggunaan bensin campuran etanol 20 persen (E20). Sebagian warga mengeluhkan penurunan efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan.

Kelompok penentang kebijakan ini berencana menggelar unjuk rasa pada Minggu (5/7) di New Delhi. Sosialita Tehseen Poonawalla, pendukung Partai Kongres, menjadi penggerak aksi tersebut.

>>> Momen Tiga Putra Ayatollah Ali Khamenei Angkat Peti Jenazah Sang Ayah

Kontroversi memuncak setelah Jaksa Agung India R. Venkataramani menyebut E20 sebagai "eksperimen" dalam sidang pengadilan.

Pemerintah membantah pernyataan itu, namun video sidang telah viral.

Venkataramani kemudian mengklarifikasi bahwa istilah "eksperimen" merujuk pada volume pasokan etanol, bukan kebijakan itu sendiri. Klarifikasi ini dinilai belum cukup meredakan kemarahan publik.

Menteri Perminyakan Hardeep Singh Puri mencoba menenangkan pengendara dengan membandingkan E20 dengan bahan bakar balap. Ia mengakui jarak tempuh mungkin sedikit berkurang.

Ratusan pengendara mengunggah keluhan di media sosial, termasuk video yang ditonton lebih dari 500 ribu kali. Seorang pengendara bernama Manish Kashyap mengklaim mobilnya rusak setelah menggunakan E20.

>>> Kiper Paraguay Orlando Gill Emosi Usai Mbappe Tolak Salaman

Pemerintah India menyebut kritik tersebut sebagai "klaim liar" dan meminta warga tidak terprovokasi. Di sisi lain, E20 dianggap membantu menurunkan emisi karbon dan mengurangi impor minyak mentah.

Indonesia Siapkan E20 pada 2028

Indonesia tengah menyiapkan kebijakan serupa. E20 direncanakan berlaku mulai Januari 2028, dengan tahapan E5 sebelum Desember 2026 dan E10 pada awal 2027.

Saat ini, BBM E5 sudah tersedia di Indonesia, yaitu Pertamax Green 95 yang dirilis Pertamina pada Juli 2023.

Pemerintah akan melakukan uji jalan bersama Gaikindo sebelum mandatori E20.

>>> Pemda DIY Targetkan Malioboro Full Pedestrian pada November 2026

Direktur Jenderal EBTKE ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut bauran bioetanol akan dinaikkan bertahap. Mesin kendaraan modern diyakini mampu mengonsumsi campuran etanol hingga 30 persen.