Kesulitan Mendengar di Keramaian Bisa Jadi Tanda Awal Demensia
Kesulitan mendengar di tengah kebisingan, seperti di kafe ramai atau pesta keluarga, mungkin bukan sekadar gangguan biasa.
Sebuah studi terbaru mengaitkan kondisi ini dengan risiko demensia yang lebih tinggi.
>>> Revolusi Desain Protein: AI Buka Pintu Baru bagi Ilmuwan di Seluruh Dunia
Peneliti dari University of Oxford menganalisis data lebih dari 82.000 partisipan berusia 60 tahun ke atas. Hasilnya dipublikasikan di jurnal Alzheimer’s & Dementia.
Mereka yang paling kesulitan memahami kata-kata di tengah suara latar ternyata memiliki risiko lebih besar mengalami penurunan kognitif serius.
Temuan ini membuka kemungkinan baru dalam deteksi dini demensia.
Gangguan Pendengaran sebagai Faktor Risiko yang Dapat Diubah
Thomas Littlejohns, ahli epidemiologi dan penulis utama studi, mengatakan bahwa penelitian ini melanjutkan temuan laporan The Lancet.
Laporan tersebut mengidentifikasi gangguan pendengaran sebagai salah satu faktor risiko utama demensia yang bisa dimodifikasi.
Studi internasional bahkan memperkirakan hingga sepertiga kasus demensia dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Gangguan pendengaran, terutama di lingkungan bising, kini dianggap lebih penting dari yang diperkirakan sebelumnya.
>>> Chicago Cubs Rekrut Jake Woodford, Bryse Wilson Dilepas
Katy Stubbs, ahli saraf dari Alzheimer’s Research UK, menekankan pentingnya studi berskala besar untuk mengidentifikasi faktor risiko demensia.
Meski belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat, penelitian ini memperkuat gagasan bahwa melindungi pendengaran dapat membantu mencegah demensia.
Langkah sederhana seperti memakai pelindung telinga di tempat bising atau menggunakan alat bantu dengar bisa menurunkan risiko penurunan kognitif.
Tes pendengaran bahkan berpotensi menjadi alat skrining awal demensia.
Para peneliti mengingatkan bahwa uji klinis lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan hasil ini. Namun, studi ini membuka jalan baru dalam pendekatan kesehatan otak.
>>> Disney Gelar Konser Spektakuler Rayakan 250 Tahun Amerika di Nashville
Kesehatan telinga ternyata terkait erat dengan kesehatan otak. Merawat pendengaran sepanjang hidup bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi untuk masa depan kognitif.
Update Terbaru
Christian Lundgaard Raih Pole Mid-Ohio, Arrow McLaren Kuasai Baris Depan
Senin / 06-07-2026, 01:17 WIB
Alat Stimulasi Saraf Vagus Redakan Depresi Berat, Temuan Studi
Senin / 06-07-2026, 01:15 WIB
FIFA Cabut Larangan Kartu Merah Folarin Balogun Sebelum Laga Belgia
Senin / 06-07-2026, 01:15 WIB
PBB dan 22 Jaksa Agung Negara Bagian AS Desak Investigasi Kematian di Tahanan ICE
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Stewart Cink Pimpin Klasemen Final U.S. Senior Open 2026
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Trailer Utama Black Clover Season 2 dan Lagu Tema oleh WANIMA Dirilis
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Ubisoft Konfirmasi 'Rayman Legends Retold' Launch Edition Hanya Tersedia Satu Hari
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Anime Fate Rewinder Dikonfirmasi Tayang April 2027, Rie Matsumoto Jadi Sutradara
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Putin dan Trump Bicara Hampir 90 Menit di Hari Kemerdekaan AS
Senin / 06-07-2026, 01:13 WIB
Suikoden: The Anime Tayang Oktober 2026, Trailer dan Pengisi Suara Baru Dirilis
Senin / 06-07-2026, 01:13 WIB
Magic Knight Rayearth Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Oktober 2026
Senin / 06-07-2026, 01:12 WIB
Navy Hentikan Pencarian Pelaut Hilang di Laut Arab
Senin / 06-07-2026, 01:08 WIB
Mengapa Kita Mengabaikan Makanan yang Kata Ahli Perlu Lebih Banyak Dikonsumsi?
Senin / 06-07-2026, 01:07 WIB
Pangeran Harry ke London Sendirian, Reuni Raja Charles dan Cucu Molor
Senin / 06-07-2026, 01:07 WIB







