Mauricio Pochettino memuji keputusan mengejutkan FIFA yang membatalkan larangan satu pertandingan Folarin Balogun.

Pelatih Timnas Amerika Serikat itu kembali menegaskan bahwa kartu merah yang diterima sang striker sangat keras.

>>> Rekomendasi Game Multiplayer Seru di Poki Games, Bisa Dimainkan Gratis

Keputusan itu membuat Balogun bisa dimainkan di fase gugur Piala Dunia. Pochettino mengatakan semua orang yang mencintai sepak bola dan percaya pada integritas pasti merayakan keputusan tersebut.

"Kami sudah cukup dihukum saat melawan Bosnia Herzegovina dengan bermain 10 orang selama 30 menit karena keputusan yang benar-benar tidak adil," ujar Pochettino.

"99,9% orang setuju bahwa kartu merah itu tidak adil."

Insiden terjadi saat laga melawan Bosnia dan Herzegovina ketika Balogun bertabrakan dengan bek Tarik Muharemovic. Wasit Raphael Claus memberikan kartu merah langsung setelah meninjau tayangan VAR.

Beredar kabar bahwa tokoh politik seperti Donald Trump melobi FIFA beberapa kali untuk membatalkan sanksi tersebut. Namun Pochettino enggan mencampuradukkan politik dengan sepak bola.

"Tidak, kita tidak bisa mencampurkan itu," kata Pochettino saat ditanya apakah politisi seperti Trump seharusnya terlibat. Ia menegaskan bahwa hal serupa sudah pernah terjadi di masa lalu.

Pochettino merujuk pada penggunaan Pasal 27 oleh FIFA yang pernah menangguhkan dua pertandingan dari larangan tiga laga Cristiano Ronaldo.

Keputusan itu memungkinkan Ronaldo tampil di dua laga awal Piala Dunia Portugal.

>>> Inflasi Juni 2026 Tembus 3,34%, BI Naikkan Suku Bunga ke 5,75%

"Kami telah melihat banyak kejadian di Piala Dunia ini yang beruntung tidak berakhir dengan hukuman seperti yang kami terima," ujarnya.

"Karena itu juga tidak adil."

Pochettino mengaku ikut merayakan keputusan tersebut. Ia mengatakan kehilangan pemain karena larangan yang tidak adil sangat berat, terutama di Piala Dunia.