Kapal Dilarang Berlayar di Radius 5 Km dari Kawah Gunung Anak Krakatau
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Lampung Selatan, mengeluarkan larangan berlayar bagi kapal di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).
Larangan ini berlaku dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif gunung yang berada di Selat Sunda tersebut.
>>> David dan Victoria Beckham Rayakan Anniversary di Tengah Keretakan dengan Brooklyn
Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, mengatakan langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap peningkatan aktivitas vulkanik GAK.
"Seluruh nakhoda juga diminta mewaspadai potensi lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan terhadap keselamatan pelayaran," kata Suratno, Minggu (5/7).
Pemerintah sebelumnya menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Siaga). Data dari laman Magma Kementerian ESDM menunjukkan aktivitas vulkanik gunung ini meningkat sejak pertengahan Juni.
Laporan terkini pada Senin (6/7) pukul 06.00-12.00 WIB mencatat satu kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 2 mm dan durasi 19 detik, serta satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-2 mm, dominan 1 mm.
Meski ada larangan, Suratno memastikan aktivitas penyeberangan lintas Bakauheni-Merak masih berjalan normal dan belum terdampak.
>>> Tuchel Puji Mentalitas Inggris Usai 10 Pemain Kalahkan Meksiko
"Untuk saat ini jalur Bakauheni masih aman. Aktivitas pelayaran penyeberangan masih berjalan normal," ujarnya.
KSOP terus memantau perkembangan aktivitas GAK melalui koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Informasi resmi dari Kementerian ESDM menjadi acuan dalam mitigasi di sektor pelayaran.
Peringatan juga ditujukan kepada kapal nelayan dan kapal wisata yang beroperasi di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, dan perairan sekitar GAK.
Mereka diminta tidak mendekati kawasan tersebut selama status Siaga berlaku.
KSOP meminta seluruh nakhoda rutin memantau informasi dari PVMBG, BMKG, serta instansi terkait.
>>> 9 Ciri-Ciri Orang Bermental Tangguh, Apakah Kamu Termasuk?
Jika menemukan potensi bahaya, kapal diminta segera menjauhi lokasi dan melaporkan kepada VTS, Stasiun Radio Pantai, atau Syahbandar terdekat.
Update Terbaru
Penembakan di Pensacola Tewaskan Satu Orang, Enam Luka
Senin / 06-07-2026, 17:13 WIB
Kao USA Tarik Oribe Shampoo karena Kontaminasi Bakteri
Senin / 06-07-2026, 17:08 WIB
Marlins Tarik Eury Perez Saat Sedang Sempurna, Keputusan Kontroversial
Senin / 06-07-2026, 17:08 WIB
Profil dan Biodata ONIC Lutpiii, EXP Laner Andalan ONIC Esports
Senin / 06-07-2026, 17:08 WIB
Kode Fortblox Terbaru Juli 2026: Dapatkan B-Bucks Gratis
Senin / 06-07-2026, 17:07 WIB
Wakil KBIH Jabar Sebut Haji Lansia Merepotkan, Anggota DPR Marah
Senin / 06-07-2026, 17:07 WIB
Shopee Perluas Program Afiliasi ke Instagram, Kreator Bisa Cuan dari Reels
Senin / 06-07-2026, 17:07 WIB
Harga Biodiesel B50 per Liter Belum Diumumkan, Ikuti Formula Solar
Senin / 06-07-2026, 17:07 WIB
Klub Eropa Buru Gilberto Mora Usai Tampil di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 17:03 WIB
Tokopedia Pastikan Tak Ada PHK Karyawan, Lakukan Penataan Tenaga Kerja
Senin / 06-07-2026, 17:03 WIB
Bobby Nasution Sesalkan OTT Bupati Langkat: Rakyat Jadi Korban
Senin / 06-07-2026, 17:03 WIB
Summer McIntosh Pecahkan Rekor Dunia 200 Meter Kupu-Kupu
Senin / 06-07-2026, 17:01 WIB
Grafis GTA 6 Dikhawatirkan Hambat Performa Konsol
Senin / 06-07-2026, 17:01 WIB
Ibu Kota New York Dikritik karena Pergi ke Retret Spiritual di Spanyol
Senin / 06-07-2026, 17:00 WIB







