Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda merupakan gunung api aktif yang lahir dari reruntuhan letusan dahsyat tahun 1883.

Banyak wisatawan bertanya apakah gunung ini boleh dikunjungi.

>>> Ramalan 12 Shio Hari Ini 6 Juli 2026: Shio Macan Paling Hoki, Panen Rezeki

Jawabannya bergantung pada kondisi aktivitas vulkanik dan regulasi yang berlaku. Per Juli 2026, statusnya dinaikkan menjadi Siaga (Level III) oleh PVMBG.

PVMBG melarang segala aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi. Ancaman meliputi awan panas, lontaran batu pijar, lava, dan hujan abu lebat.

Status Cagar Alam dan Larangan Wisata

Selain aspek vulkanik, Gugus Pulau Anak Krakatau merupakan kawasan cagar alam yang dikelola BKSDA. BKSDA menegaskan bahwa pulau ini bukan destinasi wisata umum.

>>> 5 Tips Menata Sepatu Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar dan Tidak Mental

Kegiatan yang diizinkan hanya penelitian, pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan konservasi dengan izin resmi. Wisata umum atau pendakian bebas tidak diperbolehkan.

Anak Krakatau sering mengalami erupsi mendadak. Pada 2018, erupsi menyebabkan longsor dan tsunami yang menewaskan ratusan orang di pesisir Banten dan Lampung.

>>> 75 Nama Bayi Laki-Laki yang Mengandung Doa Kesuksesan dan Artinya

Dengan status Siaga saat ini, kunjungan wisata sangat tidak disarankan demi keselamatan.