Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Husniah Talenrang mengungkapkan aparatur sipil negara (ASN) di daerahnya merasa tidak nyaman dengan isu-isu yang berkembang terkait hak angket DPRD Gowa.

Hak angket tersebut menyelidiki dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pencabutan beasiswa doktoral, dugaan penyimpangan pengadaan seragam sekolah gratis, serta dugaan perbuatan tercela.

>>> Kapal Dilarang Berlayar di Radius 5 Km dari Kawah Gunung Anak Krakatau

Husniah mengatakan kondisi ASN yang tidak nyaman itu muncul setelah Kepala Dinas Perhubungan Agussalim Harahap hadir sebagai saksi dalam sidang hak angket.

"Masih tetap berjalan seperti biasa, meskipun memang para ASN merasa bahwa tidak nyaman dengan isu-isu kegaduhan yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu," kata Husniah kepada wartawan, Senin (6/7).

Ia mengaku selalu menekankan kepada seluruh ASN untuk tetap menjalankan tugas masing-masing.

Menurutnya, di tengah isu yang beredar, pelayanan kepada masyarakat Gowa tidak boleh terhambat.

"Saya selaku kepala daerah selalu menekankan berkoordinasi kepada ASN untuk jalankan tugasnya masing-masing. Jangan ada yang tertinggal, apalagi tidak mencapai realisasi target di 3 bulan ke triwulan 2.

Doakan saja semuanya berjalan lancar," ungkapnya.

>>> David dan Victoria Beckham Rayakan Anniversary di Tengah Keretakan dengan Brooklyn

Terkait isu rumah jabatan Bupati Gowa akan disegel, Husniah merespons bahwa ada aturan yang harus diikuti dan tidak mudah menyegel aset milik negara.

"Tentu penyegelan ini sampai sekarang alhamdulillah kita bisa antisipasi, tidak terjadi seperti apa yang dirumorkan di luar sana," katanya.

Husniah mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencoba membuat gaduh Kabupaten Gowa.

"Silakan ditunggu hasil dari pansus ini. Tentu sebagai kepala daerah kami siap terbuka kepada masyarakat.

Buktinya sekarang saya menanggapi semuanya dan menerima semuanya, menghargai kerja-kerja teman di DPR," kata dia.

>>> Tuchel Puji Mentalitas Inggris Usai 10 Pemain Kalahkan Meksiko

"Tentu dengan kepala yang lebih bijak dan lebih mementingkan kepentingan masyarakat," sambung Husniah.