Pemerintah Kirgizstan resmi meluncurkan Tamchy Special Financial Investment Territory (SFIT) sebagai kawasan keuangan dan investasi khusus yang ditujukan bagi investor internasional.

Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat keuangan baru di kawasan Eurasia sekaligus membuka peluang bagi perusahaan global, termasuk dari Indonesia, untuk berekspansi ke pasar Asia Tengah.

>>> Profil Ghaza Muhammad Al-Ghifari, Peserta CoC Season 3 yang Viral di X, Diduga Melakukan Pelecehan Seksual

Peresmian Tamchy SFIT dihadiri Presiden Kirgizstan Sadyr Japarov bersama delegasi perusahaan penghuni perdana yang berasal dari Korea Selatan, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Swiss, dan Kazakhstan.

Insentif dan Fasilitas Tamchy SFIT

Tamchy menawarkan sejumlah insentif bagi investor, salah satunya skema perpajakan khusus selama 49 tahun dengan tarif nol persen untuk seluruh jenis pajak utama.

Pemerintah Kirgizstan berharap kebijakan tersebut mampu meningkatkan daya saing kawasan dalam menarik investasi asing langsung.

Selain insentif fiskal, Tamchy SFIT dibangun dengan kerangka hukum khusus yang mengacu pada undang-undang Republik Kirgizstan dan menerapkan prinsip English Common Law atau hukum umum Inggris.

Sistem tersebut dilengkapi pengadilan independen, International Dispute Resolution Centre, serta regulator keuangan khusus guna memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut juga dapat menjalankan seluruh proses bisnis secara digital, mulai dari pendaftaran perusahaan hingga pengelolaan operasional sehari-hari.

Presiden Sadyr Japarov dalam sambutan peresmian Tamchy SFIT menyampaikan, perubahan lanskap ekonomi global menuntut hadirnya pusat-pusat bisnis baru yang mengedepankan standar internasional, inovasi, serta kepastian investasi jangka panjang.

"Kirgizstan siap menjadi salah satu pusat tersebut.

>>> 7 Tanda Anak Siap Belajar Mandiri dan Masuk Sekolah