Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pekan ini di zona hijau.

Pada Senin (6/7/2026) pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat menguat 19,36 poin atau 0,33% ke level 5.895,140.

>>> Apa Itu Complexion Makeup? Arti, Tips Memilih, dan Rekomendasi Produk

IHSG dibuka pada level 5.893,281 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.906,788. Sementara itu, level terendah indeks berada di 5.892,861.

Sebanyak 279 saham tercatat menguat, 93 saham melemah, dan 258 saham bergerak stagnan. Volume transaksi mencapai 314,57 juta saham dengan nilai transaksi Rp189,39 miliar.

Frekuensi perdagangan tercatat 38.953 kali, dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp10.348,86 triliun.

Analis: Rebound Terjadi, Asing Masih Selektif

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M.

Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG berhasil rebound dan membentuk pola three advancing soldiers candlestick pattern dari "wave (b)".

Indikator Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif dan volume menurun, namun RSI berpotensi membentuk golden cross. "Walaupun IHSG berhasil rebound, investor asing masih cenderung selektif.

Keberlanjutan pemulihan akan sangat bergantung pada apakah terjadi pembalikan menjadi net buy asing dalam beberapa hari ke depan," ungkap Nafan.

Bursa saham global menutup pekan lalu dengan penguatan, sementara dolar AS melemah dan harga emas menguat.

>>> Pacari Sesama Pemain Bola, Romansa Haaland Antar Norwegia ke Perempat Final

Lingkungan risk appetite yang lebih baik berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pasar Asia pada awal pekan.

Pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang mulai terapresiasi 0,18% di level Rp17.963 per dolar AS.

Stabilitas rupiah akan menjadi kunci penahan foreign outflow.

Rasio P/E IHSG saat ini berada di 9,35x, lebih rendah dibandingkan masa bottoming pandemi COVID-19 yang berada di 9,48x.

Hal ini menjadikan IHSG target yang sangat atraktif bagi investor institusi domestik untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue-chip.

Mulai hari Senin ini, pemerintah resmi membuka masa penawaran Obligasi Negara Ritel seri ORI030.

Dengan BI Rate bertahan di level 5,75%, instrumen ini menawarkan kupon fixed rate yang diproyeksikan sangat kompetitif.

>>> Samsung Dilirik Meta dan Anthropic untuk Produksi Chip AI 2nm

"Kehadiran ORI030 berpotensi menyerap sebagian likuiditas dari investor ritel yang cenderung defensif di tengah tingginya volatilitas pasar saham saat ini," pungkas Nafan.