Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28 persen ke level 5.875 pada Jumat (3/7) lalu.

Nilai transaksi tercatat Rp10,54 triliun dengan volume 18,14 miliar saham.

>>> Trump Rayakan Pembatalan Kartu Merah Balogun, Ucapkan Terima Kasih ke FIFA

Sepanjang pekan lalu, IHSG hanya menguat dalam tiga hari dan melemah dua hari. Performa indeks pun turun 0,35 persen secara mingguan.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan perdagangan 29 Juni-3 Juli 2026 ditutup negatif.

Kapitalisasi pasar bursa turun 0,14 persen dari Rp10.302 triliun menjadi Rp10.287 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian turun 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham.

Rata-rata nilai transaksi harian juga turun 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun. Frekuensi transaksi harian menurun 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi.

Investor asing mencatatkan beli bersih Rp6,08 miliar pada Jumat, namun sepanjang 2026 masih jual bersih Rp74,42 triliun.

Proyeksi IHSG Pekan Ini

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan ruang penguatan IHSG mulai terbatas. Support di level 5.486 dan resistance 6.286.

Sentimen yang dicermati antara lain rilis data cadangan devisa, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia, neraca dagang, dan risalah rapat FOMC.

Peluang kenaikan harga emas dan pergerakan rupiah di level psikologis Rp18 ribu per dolar AS juga menjadi perhatian.

>>> Neymar Pensiun dari Timnas Brasil usai Disingkirkan Norwegia

Rekomendasi Saham

Herditya merekomendasikan saham JPFA yang ditutup menguat 4,37 persen ke 2.030. Target pekan ini di level 2.210.

Saham MLPL menguat 3,80 persen ke 82, diproyeksi menyentuh 97. PSAB naik 4,08 persen ke 408, target 464.