Founder Republik Investor Hendra Wardana menambahkan, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan meski terbatas. Penguatan ditopang sentimen global dan domestik.

Data tenaga kerja AS yang lemah memicu harapan suku bunga tidak agresif. PMI Asia di zona ekspansi dan rupiah menguat ke Rp17.962 turut mendukung.

Hendra merekomendasikan BRIS yang naik 3,55 persen ke 1.750, target 1.945. MDKA menguat 6,30 persen ke 2.700, target 2.900.

SCMA ditutup menguat 6,06 persen ke 210, diproyeksi ke level 250.

Meski demikian, Hendra mengingatkan kenaikan IHSG belum didukung arus dana asing yang kuat. Sepanjang tahun, asing masih net sell Rp88 triliun.

Selama asing belum konsisten akumulasi, volatilitas masih tinggi dan penguatan diperkirakan bertahap.

>>> 7 Tanda Laki-laki Red Flag yang Perlu Diwaspadai, Jangan Abaikan Insting

Catatan Redaksi: Berita ini bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya di tangan pembaca.