Gelandang Jepang Kaishu Sano menjadi pahlawan setelah mencetak gol kemenangan ke gawang Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston, Selasa (30/6/2026) dinihari WIB.

Gol spektakulernya di menit ke-28 membawa Jepang unggul atas Brasil. Namun, di balik performa gemilangnya, Sano memiliki catatan kriminal yang sempat menghebohkan publik.

>>> ABM LOC Pastikan Laga Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia di Stadion Manahan Siap Digelar

Pada Juli 2024, Sano ditahan lebih dari dua pekan setelah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan di sebuah hotel di Tokyo.

Kasus itu juga melibatkan dua rekannya.

Proses hukum terhadap Sano akhirnya dihentikan tanpa adanya vonis pengadilan. Meski demikian, ia sempat menyampaikan permintaan maaf kepada korban.

>>> Kawanan Sapi Blokir Jalur Kereta West Coast Mainline, Ratusan Penumpang Terlambat

"Saya meminta maaf kepada korban atas tindakan saya yang telah menimbulkan masalah besar," ujar Sano dalam pernyataan resmi saat itu.

Pelatih Jepang Beri Kesempatan Kedua

Pelatih Jepang Hajime Moriyasu tetap memanggil Sano ke timnas setelah kasusnya dihentikan. Ia menilai sang pemain telah melakukan refleksi mendalam.

"Apakah seseorang harus dikeluarkan dari sepak bola dan masyarakat karena satu kesalahan?" kata Moriyasu membela keputusannya.

>>> Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Api Bakar 2 Hektare Lahan

Sano sendiri merupakan pelaku penyerangan seksual berdasarkan laporan NHK. Kasus ini menjadi sorotan karena ia adalah pemain kunci Jepang di Piala Dunia.