Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan terkena hantaman proyektil tak dikenal di perairan dekat Selat Hormuz pada Senin (6/7).

Insiden tersebut memicu kebakaran di kapal.

>>> 11 Makanan Terbaik untuk Umur Panjang, Terbukti Ilmiah

Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, menyatakan peristiwa itu terjadi sekitar delapan mil laut di timur Limah, Oman.

Lokasi itu berada dekat Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.

Menurut laporan UKMTO, proyektil menghantam sisi kiri kapal saat sedang berlayar ke arah selatan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan lingkungan yang dilaporkan.

Insiden ini muncul meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata. Kedua negara juga tengah berupaya mencapai kesepakatan damai jangka panjang.

Ketegangan di Selat Hormuz

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan sejak perang AS-Iran pecah pada 28 Februari lalu. Iran sempat memblokade jalur tersebut, menjebak kapal tanker dan kargo.

>>> 8 Sunscreen Non-Comedogenic untuk Kulit Rentan Komedo dan Jerawat

Beberapa kapal bahkan menjadi sasaran serangan udara, yang memicu lonjakan harga minyak global. AS merespons dengan blokade laut dan serangan balasan terhadap Iran.

Lalu lintas pelayaran kembali normal setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman di Swiss bulan lalu. Namun, Iran menegaskan tidak akan kembali ke pengaturan bebas seperti sebelum perang.

Teheran memperingatkan kapal-kapal agar hanya menggunakan koridor yang telah ditetapkan di sepanjang garis pantainya. Selat Hormuz merupakan gerbang utama ekspor energi Teluk ke pasar global, terutama Asia.

Menurut US Energy Information Administration, sekitar 20 juta barel minyak mentah melintasi selat itu setiap hari pada 2024.

>>> 7 Tips Membuat Sudut Kekayaan di Rumah Menurut Feng Shui, Dipercaya Datangkan Rezeki

Jumlah itu setara seperlima pasokan minyak dunia.