Militer Iran mengeluarkan ancaman serius terhadap penerbangan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Peringatan ini muncul karena kekhawatiran atas stabilitas keamanan di jalur maritim strategis Selat Hormuz.

Teheran menilai pergerakan armada udara asing di atas jalur perdagangan internasional itu memicu instabilitas regional. Intervensi bersenjata di wilayah tersebut diklaim dapat menyebabkan eskalasi konflik yang sulit diredam.

>>> Murah tapi Berisiko, Ini Bahaya Beli Kendaraan STNK Only

Angkatan bersenjata Iran kini bersiaga penuh untuk mengamankan kedaulatan teritorial mereka. Penjagaan diperketat seiring meningkatnya intensitas patroli udara oleh pasukan Pentagon.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan pergerakan jet tempur dan pesawat nirawak AS telah merusak perdamaian setempat.

Melalui kantor berita Fars, lembaga pertahanan itu menyebut manuver tersebut menyebabkan ketidakamanan di jalur air ini dan mengancam keamanan regional.

Pemerintah Iran memastikan tidak akan tinggal diam jika wilayah udara dan perairan mereka terus diusik. Korps militer siap meluncurkan aksi balasan "cepat dan tegas" untuk menangkal infiltrasi asing.

Teheran mendeklarasikan kawasan strategis tersebut sebagai "wilayah kedaulatan Republik Islam Iran" yang tidak dapat diganggu gugat. Batasan ini dinilai sebagai harga mati untuk menjaga pertahanan nasional.

Otoritas keamanan setempat juga menerbitkan regulasi ketat bagi seluruh armada logistik internasional yang melintas. Semua kapal komersial hingga kapal tanker minyak wajib mematuhi rute khusus yang telah ditetapkan.

Pelanggaran terhadap protokol navigasi ini dipastikan akan memicu tindakan hukum dan militer yang serius.

Setiap kapal yang abai akan menerima tanggapan langsung dan tegas serta menanggung risiko keamanan sendiri.

>>> Rekor 68 Tahun Piala Dunia Pecah, Cubarsi-Yamal Sejajar Pele-Alfatini

Langkah sepihak Teheran ini berpotensi meningkatkan eskalasi ketegangan di salah satu jalur perdagangan minyak terpadat di dunia.