Sekelompok pencuri bertopeng mencuri sekitar 20 perhiasan kristal dari Museum Lalique di Wingen-sur-Moder, Prancis timur laut, pada Minggu dini hari, 5 Juli 2026.

Nilai kerugian diperkirakan mencapai 4 juta euro atau lebih dari 4,5 juta dolar AS (sekitar Rp70 miliar).

>>> DPRD Jabar Siapkan Uji Publik Usulan Nama Provinsi Tatar Sunda

Para pelaku memaksa masuk melalui pintu sekitar pukul 05.30 waktu setempat, lalu menghancurkan enam etalase dan mengambil barang dalam waktu singkat.

Sumber investigasi mengatakan perusahaan keamanan tidak segera merespons setelah alarm berbunyi. Seorang petugas kebersihan justru pertama kali tiba di lokasi dan menghubungi polisi.

Wali Kota Wingen-sur-Moder, Christian Dorschner, menyatakan kekecewaan terhadap perusahaan keamanan swasta yang bertugas menjaga museum.

"Semua alarm berbunyi sebagaimana mestinya.

>>> PM Modi di DPR: Indonesia dan India Terhubung Warisan Ramayana-Mahabarata

Namun dari pihak perusahaan keamanan, tampaknya ada kegagalan besar: mereka tidak segera turun tangan dan tidak memberi tahu polisi," ujar Dorschner.

Dorschner menambahkan bahwa ketepatan aksi para pencuri menunjukkan mereka adalah kelompok yang berpengalaman dan memiliki informasi yang baik.

Barang curian terbuat dari kristal, bukan batu mulia, sehingga tidak dapat dilebur. Polisi sedang memeriksa rekaman CCTV untuk melacak pelaku.

Museum Lalique menyatakan semua barang yang hilang telah diidentifikasi dan deskripsinya diserahkan kepada pihak berwenang. Museum akan ditutup sementara untuk persiapan pembukaan kembali yang aman.

>>> Gubernur Ohio Perintahkan Setengah Tiang Bendera untuk Polisi Tewas

Perampokan ini merupakan yang terbaru dari serangkaian pencurian besar di museum-museum Prancis, termasuk penggerebekan di Museum Cognacq-Jay di Paris dan pencurian perhiasan senilai 102 juta dolar AS di Museum Louvre pada Oktober tahun lalu.