Pagar besi di taman bawah kolong flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, raib dalam empat hari terakhir. Warga menduga pagar tersebut digondol pencuri yang biasa disebut 'rayap besi'.

Seorang warga bernama Ana (38) mengatakan pagar masih ada seminggu lalu. Namun, dalam tiga hingga empat hari terakhir pagar sudah habis dicuri.

>>> Polda Metro Hormati Putusan Praperadilan Roy Suryo yang Dikabulkan Sebagian

Para pelaku beraksi secara terang-terangan pada waktu tertentu tanpa menimbulkan kecurigaan. Mereka berjumlah sekitar lima orang lebih dan bekerja menjelang subuh maupun sore hari.

Warga yang melihat mengira mereka petugas resmi yang sedang melakukan pembongkaran atau perawatan taman. "Mereka kerjanya santai saja, makanya orang-orang yang lihat tidak curiga," ujar Ana.

Ana pernah melihat pelaku membawa linggis dan palu untuk melepaskan pagar besi. Setelah dibongkar, besi-besi langsung diangkut menggunakan bajaj yang sudah menunggu.

Warga lainnya, Lilis (39), juga melihat sekelompok pencuri berjumlah lebih dari lima orang beraksi pada sore hari.

"Pokoknya banyak pelakunya, mereka ambil bertahap, lama kelamaan makin kosong pagar besi di sini," ungkap Lilis.

>>> Roy Suryo Ucapkan Terima Kasih Usai Praperadilan Dikabulkan Sebagian

Lilis meminta pengawasan di kolong flyover Kampung Melayu diperketat agar aset fasilitas umum tidak dicuri.

Respons Pemkot Jakarta Timur

Pemerintah Kota Jakarta Timur merespons laporan warga. Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan akan mengecek kebenaran hilangnya pagar besi tersebut.

Menurut Munjirin, hilangnya pagar yang merupakan aset pemerintah menjadi perhatian. Pengecekan diperlukan untuk mengetahui kronologi dan kondisi di lapangan.

Pemkot Jakarta Timur juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengusut kasus ini. Selain itu, sistem pengamanan aset di ruang terbuka publik akan dievaluasi.

>>> Megawati Hangestri Tiba di Korea 10 Juli untuk Gabung Hillstate

"Nanti kita koordinasi lebih lanjut soal aset pagar besinya yang sudah diamankan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Nanti kita koordinasikan bagaimana agar kejadian serupa tak terulang," jelas Munjirin.