Anggota Nigerian Bar Association (NBA) memulai boikot pengadilan selama tiga hari di Ogun State pada Senin, 6 Juli 2026.

Aksi ini melumpuhkan kegiatan peradilan di Abeokuta, Ota, dan Sagamu.

>>> Sidomuncul C+ Collagen: Suplemen Kecantikan Terbaru

Boikot diproteskan terhadap kebijakan baru peradilan, termasuk biaya sidang virtual sebesar ₦100.000 dan kenaikan biaya administrasi. Para pengacara menilai kebijakan ini membatasi akses keadilan.

Aksi mogok mempengaruhi berbagai tingkat peradilan, termasuk Pengadilan Tinggi, Pengadilan Banding Adat, Pengadilan Magistrat, dan Pengadilan Adat. Para pengacara menyatakan biaya baru membebani litigants dan membatasi representasi hukum.

Langkah Sebelum Boikot

Ketua Cabang NBA Abeokuta, Kayode Aderemi, menjelaskan bahwa cabang-cabang setempat telah menempuh semua jalur administratif sebelum memutuskan boikot.

Mereka mengirim surat resmi dan membahas masalah dalam Rapat Bar dan Bench.

"Kami di sini hari ini karena anggota cabang kami, melalui resolusi dalam rapat cabang, memutuskan untuk melakukan boikot pengadilan selama tiga hari, mulai hari ini, 6 Juli 2026, hingga 8 Juli 2026," kata Aderemi.

Aderemi mencatat bahwa peradilan negara menerapkan beberapa aturan yang tidak menguntungkan tanpa menanggapi keluhan langsung dari pengacara dan klien mereka.

"Boikot ini sebagai protes terhadap kebijakan tertentu dari Peradilan Ogun State, yang kami yakini merugikan kepentingan anggota kami.

Pertama, pembayaran biaya sidang virtual sebesar ₦100.000.

Ini berarti setiap litigant yang ingin sidang secara virtual harus membayar ₦100.000 untuk setiap sesi virtual," ujar Aderemi.

Perubahan kebijakan juga menaikkan biaya dokumentasi dasar sekitar 650 persen. Biaya administrasi sumpah naik dari ₦200 menjadi lebih dari ₦1.500.

Klien mengeluhkan kenaikan ini, dan pengacara terus-menerus ditanya oleh klien mereka.