Industri asuransi jiwa konvensional di Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp7,56 triliun hingga April 2026.

Angka tersebut berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada Minggu (14/6/2026).

>>> Marc Cucurella Ingin Hengkang dari Chelsea, Atletico Madrid Paling Agresif

Pertumbuhan laba mencapai 26,35 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp5,99 triliun.

Pencapaian ini terjadi di tengah tekanan penurunan tajam hasil investasi dan peningkatan beban klaim.

Hasil Investasi Turun, Beban Klaim Naik

OJK mencatat pendapatan hasil investasi industri merosot 57,89 persen secara tahunan menjadi Rp3,75 triliun dari sebelumnya Rp8,91 triliun.

Sementara itu, beban klaim dan manfaat yang dibayarkan melonjak 24,67 persen menjadi Rp30,69 triliun.

>>> BPI Danantara Sebut Buyback Saham Merupakan Aksi Korporasi Normal BUMN

Meskipun demikian, tekanan profitabilitas dapat diredam berkat perbaikan sejumlah indikator operasional.

Pendapatan premi tumbuh 9 persen secara tahunan menjadi Rp56,89 triliun.

Selain itu, penurunan cadangan premi sebesar Rp6,28 triliun atau 252,27 persen memberikan ruang peningkatan laba.

Biaya akuisisi perusahaan relatif terjaga dengan kenaikan tipis 1,29 persen menjadi Rp5,73 triliun.

>>> Massimiliano Allegri Rela Lepas Pesangon AC Milan Demi Melatih Napoli

Dari sisi permodalan, rasio risk-based capital (RBC) industri asuransi jiwa berada di level kuat 476,11 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.