PT BPI Danantara menyatakan bahwa aksi pembelian kembali saham atau buyback merupakan langkah korporasi yang normal bagi emiten BUMN.

Kebijakan ini dinilai realistis ketika harga saham belum mencerminkan fundamental perusahaan yang sebenarnya.

>>> Massimiliano Allegri Rela Lepas Pesangon AC Milan Demi Melatih Napoli

Chief Operating Officer BPI Danantara yang juga menjabat Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa buyback menjadi opsi investasi yang lebih menguntungkan dibandingkan instrumen keuangan lain.

"Kalau kita lihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita akan ambil.

Sayang kan daripada investasi di tempat lain, mending kita investasi dengan saham kita sendiri," ujar Dony di BTN Jakim, Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Menurut Dony, kondisi internal perusahaan pelat merah saat ini berada dalam posisi yang tangguh di berbagai lini bisnis utama.

>>> Florentino Perez Serahkan Dokumen Kasus Negreira ke Presiden UEFA

Sektor perbankan, komoditas pertambangan, dan proyek infrastruktur menunjukkan performa yang meyakinkan secara bisnis.

"Fundamental dari perbankan kita, tambang, infrastruktur, dan perusahaan-perusahaan BUMN ini semuanya bagus. Sayang kan kalau barang bagus masa nggak diambil," katanya.

Selain optimalisasi modal, buyback saham juga bertujuan mengembalikan kepercayaan pelaku pasar dan menjaga stabilitas harga saham dari gejolak pasar global.

>>> Tornado Ancam Markas Timnas Inggris di Kansas City, Pemain Berlindung

BPI Danantara menilai aksi buyback merupakan hal normal bagi emiten BUMN saat valuasi pasar berada di bawah nilai fundamental perusahaan.