Pelatih Timnas Putri Indonesia U16, Timo Scheunemann, mengingatkan Timnas Jerman agar tidak memandang sebelah mata kekuatan Curacao.

Peringatan ini disampaikan jelang laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, pada Senin (15/6/2026) pukul 00.00 WIB.

>>> Ride for the Roses di Goes Dimulai dengan Hening Cipta

Pertandingan tersebut menjadi momen bersejarah bagi Curacao yang baru pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia.

Meski di atas kertas Jerman jauh lebih diunggulkan, komposisi pemain Curacao dinilai memiliki potensi kejutan.

"Jerman lawan Curacao harusnya menang dengan mudah. Tapi pemain-pemain lawan ini kan hanya 1 yang lahir di Curacao," kata Timo Scheunemann.

Timo menjelaskan bahwa populasi negara kepulauan di Karibia tersebut tergolong sangat kecil untuk ukuran kontestan Piala Dunia.

"Jadi memang negara kecil sekali yang pernah masuk dalam sejarah Piala Dunia.

Hanya sekitar tidak sampai 200 ribu orang, bayangkan seperti 1 kecamatan di Malang, itu luar biasa," imbuhnya.

Faktor keterikatan politik dan historis dengan Belanda membuat para pemain Curacao mendapatkan keuntungan besar dalam pembinaan sepak bola usia dini di Eropa.

"Protektoratnya dari Belanda jadikan masalah luar negerinya Belanda yang atur dan dalam negerinya sendiri mereka yang atur.

Nah akhirnya pemain mereka itu kecuali satu semua lahir di Belanda," ujar Timo.

Latar belakang tersebut membuat kualitas individu para pemain Curacao tidak boleh dipandang remeh.

>>> Indonesia dan UEA Sepakat Perkuat Kerja Sama Investasi di Pangan dan Infrastruktur

"Di sana mereka belajar sepak bola dengan sistem Belanda dan kita tahu selalu menciptakan pemain-pemain bagus. Jadi kalau diremehkan juga tidak boleh," imbuh Timo.