Ibu kota Ukraina, Kyiv, mengalami kerusakan parah setelah dihantam rentetan serangan rudal dan drone dari militer Rusia.

Serangan yang berlangsung selama lima jam itu melibatkan sekitar 70 rudal dan 611 drone.

>>> Romelu Lukaku Selamatkan Belgia dari Kekalahan Lawan Mesir

Meskipun Angkatan Udara Ukraina berhasil menembak jatuh sebagian besar proyektil, beberapa di antaranya tetap menembus pertahanan udara dan meledak di pusat kota.

Akibatnya, Katedral Dormition yang berada di kompleks biara bersejarah Kyiv-Pechersk Lavra mengalami kerusakan berat.

Serangan ini menewaskan setidaknya lima orang di Kyiv, sementara lima lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terpisah di Kharkiv.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyatakan bahwa serangan juga menghancurkan bangunan tempat tinggal, infrastruktur sipil, museum, dan salah satu studio film tertua.

Kerusakan Situs Bersejarah

Katedral Dormition merupakan bangunan bersejarah yang didirikan sejak tahun 1051.

Kompleks ini menyimpan catacomb berisi sisa-sisa jasad suci para santo Slavia awal, menjadikannya pusat spiritualitas utama bagi umat Kristen Ortodoks di Ukraina dan Rusia.

>>> Promo Alfamart 16-30 April 2026: Diskon Kebutuhan Dapur

Metropolitan Epiphanius, kepala Gereja Ortodoks Ukraina, menyebut serangan ini sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, sejarah, dan Kekristenan.

"Atap salah satu tempat paling suci di dunia Kristen terbakar," tulisnya di media sosial.

Kepala Biara Kyiv-Pechersk Lavra, Uskup Avraamii, memastikan staf gereja telah berupaya maksimal menyelamatkan ikon-ikon kuno dan relik suci dari kobaran api.

Kyiv-Pechersk Lavra adalah situs warisan dunia UNESCO yang telah bertahan lebih dari seribu tahun.

Bantahan Rusia dan Agenda Diplomasi

Kementerian Pertahanan Rusia membantah sengaja menargetkan kompleks biara tersebut. Moskow berdalih kebakaran di lokasi dipicu oleh kegagalan sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat.

Eskalasi serangan terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyelesaikan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump.

>>> HokBen Gelar Promo Hari Kartini 21-22 April 2026, Makan Hemat Berdua

Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung di sela-sela KTT G7 di Evian, Prancis, dengan agenda utama penambahan pasokan rudal Patriot.