Serangan Rudal dan Drone di Kyiv Tewaskan Empat Orang
Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan rudal dan drone yang memicu kebakaran hebat di sebuah kompleks area.
Peristiwa ini merupakan salah satu serangan udara paling intensif dalam dua pekan terakhir.
>>> Exabytes Indonesia Beri Penghargaan Kreator Website Terbaik di IWA 2026
Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko melalui media sosial X menyatakan, "Kami menghadapi serangan brutal terhadap rakyat dan warisan kami."
Pemerintah Kyiv mengonfirmasi insiden pada Senin (15/6/2026) menewaskan empat warga dan melukai 30 lainnya. Selain korban jiwa, serangan merusak sejumlah bangunan apartemen dan melumpuhkan jaringan listrik.
Dampak pada infrastruktur energi memutus aliran listrik bagi sekitar 140.000 penduduk di Kyiv.
Militer Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan total 70 rudal dan 611 drone dalam operasi malam tersebut.
Sistem pertahanan udara Kyiv mengklaim telah menjatuhkan 50 rudal dan 582 drone. Namun, pertahanan masih kesulitan menangkal jenis persenjataan tertentu.
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ihnat mengatakan, "Rudal balistik tetap menjadi masalah bagi kami."
Agresi udara juga meluas ke kota lain. Di Kharkiv, lima petugas penyelamat tewas dan lima lainnya terluka akibat serangan lanjutan.
Di wilayah Sumy, tiga orang termasuk seorang anak mengalami luka-luka.
>>> Tradisi Minum Susu Putih Malam 1 Muharram 1448 H, Simbol Kesucian dan Harapan Berkah
Sebagai balasan, pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone ke wilayah industri Rusia di Kota Tula.
Insiden di selatan Moskow itu menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya, termasuk seorang anak berusia satu tahun.
Kyiv juga menargetkan dua jembatan penghubung menuju jalur pasokan Krimea, wilayah yang dianeksasi sejak 2014. Langkah ini untuk menekan jalur logistik dan kemampuan ekonomi lawan.
Eskalasi konflik terjadi di tengah persiapan pertemuan negara-negara G7 di Prancis.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump terkait upaya penyelesaian konflik yang berlangsung lebih dari empat tahun.
Sebelumnya, Zelenskiy mengusulkan negosiasi gencatan senjata langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Agenda itu melibatkan AS dan sejumlah negara Eropa, namun Kremlin belum memberikan respons positif.
Polandia, negara tetangga anggota NATO, mengambil tindakan preventif dengan menyiagakan jet tempur untuk mengantisipasi potensi pelanggaran ruang udara.
>>> Pemerintah AS Kucurkan Miliaran Dolar untuk Tesla dan SpaceX
Otoritas Polandia memastikan tidak ada penyusupan yang terjadi.
Update Terbaru
Promo Indomaret Weekend 16-19 April 2026: Diskon hingga 40 Persen
Senin / 15-06-2026, 22:33 WIB
Rafael van der Vaart Kritik Tajam Performa Virgil van Dijk di Laga Kontra Jepang
Senin / 15-06-2026, 22:33 WIB
Komisi X DPR Setujui Naturalisasi Luke Anthony Vickery untuk Timnas Indonesia
Senin / 15-06-2026, 22:32 WIB
Tim Atletik Indonesia Raih Tiga Medali di Filipina
Senin / 15-06-2026, 22:32 WIB
Saham BCA Melonjak ke Rp 6.250 pada Perdagangan Sesi I
Senin / 15-06-2026, 22:32 WIB
MNC Bank Luncurkan MODENA Pay untuk Perkuat Pembiayaan Ritel
Senin / 15-06-2026, 22:32 WIB
Xbox Bersiap Pangkas Anggaran dan PHK Massal Karyawan
Senin / 15-06-2026, 22:32 WIB
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI, Kode Madrid dan Peluncuran November 2026
Senin / 15-06-2026, 22:29 WIB
Samsung Uji UTG 60 Mikron untuk Galaxy Z Fold 8 Wide, Lipatan Hampir Hilang
Senin / 15-06-2026, 22:28 WIB
Carl Pei Buka Suara: Biaya RAM Dominasi Biaya Produksi Ponsel
Senin / 15-06-2026, 22:28 WIB
Honor X70 Pro Max Dirilis Diam-diam di China, Bawa Baterai 8.560 mAh
Senin / 15-06-2026, 22:28 WIB
Puasa Sunnah 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026, Ini Keutamaannya
Senin / 15-06-2026, 22:28 WIB
Visual Kelima Witch Hat Atelier Soroti Karakter Richeh
Senin / 15-06-2026, 22:28 WIB
BMW X5 Terbaru Hadir dengan Baterai Terbesar, 144 kWh untuk iX5
Senin / 15-06-2026, 22:28 WIB






