Hubungan antara Xavi Hernandez dan Presiden Barcelona, Joan Laporta, kembali memanas. Legenda hidup Blaugrana itu dikabarkan tidak lagi diikutsertakan dalam berbagai kegiatan resmi klub, termasuk pertandingan Barcelona Legends.

Kondisi ini terjadi setelah Xavi melayangkan kritik secara terbuka terhadap kepemimpinan Laporta di manajemen klub.

>>> Kementerian PU Butuh Tambahan Anggaran Rp 121 Triliun untuk 2027

Laporan Catalunya Radio yang dikutip AS menyebutkan bahwa Xavi tidak mendapatkan panggilan untuk dua agenda teranyar Barcelona Legends.

Dalam dua laga tersebut, Ronaldinho tampil memukau penonton di Miami, sedangkan Rivaldo merumput di Seoul, Korea Selatan. AS memperkirakan situasi pengucilan ini akan terus berlanjut pada agenda-agenda mendatang.

Hal itu dikarenakan sosok yang memiliki peran krusial dalam menentukan komposisi skuad adalah Alejandro Echevarria. Echevarria merupakan mantan ipar sekaligus orang kepercayaan dekat Laporta di internal Barcelona.

Nama Echevarria sempat disinggung oleh Xavi dalam wawancara kontroversial bersama La Vanguardia pada awal tahun ini.

"Echevarria memiliki kekuasaan lebih besar daripada Laporta di klub," kata Xavi saat itu.

Dalam wawancara yang sama, Xavi juga membuka isu sensitif mengenai kegagalan manajemen memulangkan Lionel Messi pada 2023.

Menurut Xavi, Laporta tidak menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada publik terkait batalnya transfer mega bintang Argentina tersebut.

Pernyataan kritis Xavi ini memicu kontroversi karena mencuat menjelang pemilihan presiden Barcelona pada Maret lalu.

Komentar tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk dukungan tidak langsung kepada rival utama Laporta, Victor Font.

"Presiden juga tidak mengatakan yang sebenarnya dalam hal itu. Leo sudah hampir bergabung," ujar Xavi.

"Pada Januari 2023, setelah menjuarai Piala Dunia, kami mulai berkomunikasi dan dia mengatakan ingin kembali."