Investor Disarankan Tidak Buru-buru Borong Emas Saat Koreksi Harga
Investor disarankan tidak terburu-buru memborong logam mulia di tengah koreksi harga saat ini. Langkah tersebut sebaiknya ditunggu hingga ada konfirmasi arah pasar yang jelas.
Harga emas tercatat menguat 0,23 persen ke level US$ 1.346,95 per ons troi pada Selasa, 16 Juni 2026.
>>> Arab Saudi Unggul 1-0 atas Uruguay di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Kepala Strategi Pasar MarketGauge Michele Schneider menilai pelemahan saat ini berpotensi menjadi peluang akumulasi jangka panjang.
Namun, pergerakan agresif sebaiknya dihindari sampai sinyal pasar terkonfirmasi.
"Daripada mencoba menebak titik terendah harga, lebih baik menunggu konfirmasi terlebih dahulu dan mulai membeli secara bertahap," ujar Schneider.
Aksi jual pada 11 Juni lalu dipandang Schneider sebagai titik balik penting bagi pasar logam mulia.
Meski demikian, indikator teknikal belum menunjukkan tanda yang cukup kuat bahwa harga telah mencapai dasar terendah.
Konfirmasi tren baru dapat terlihat jika harga emas mampu melanjutkan penguatan setelah rebound awal. Atau jika ditutup di atas level tertinggi hari sebelumnya dengan volume transaksi kuat.
Penilaian aspek teknikal ini juga diperkuat oleh kondisi komoditas perak yang relatif lebih kuat. "Perak masih mampu bertahan di atas moving average 50 minggu.
>>> Rating Drakor Our Universe Turun di Episode Keempat
Itu menjadi sinyal yang cukup penting untuk diperhatikan," kata Schneider.
Permintaan industri terhadap perak diperkirakan tetap kuat karena penggunaannya dalam sektor teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan energi surya.
Jika perak kembali mengungguli emas, hal tersebut dapat menjadi indikator meningkatnya tekanan inflasi global.
Faktor fundamental jangka panjang seperti ketidakpastian geopolitik, utang pemerintah, dan tingginya permintaan bank sentral tetap mendukung prospek logam mulia.
Pembelian emas oleh China pada Mei 2026 bahkan mencatat kenaikan terbesar sejak akhir 2024.
"Semua itu berarti pengeluaran yang lebih besar. Dari sisi fundamental, emas masih memiliki alasan kuat untuk tetap diminati investor," ujar Schneider.
Investasi global pada sektor AI dan persaingan sumber daya strategis diproyeksikan memicu tekanan inflasi jangka panjang.
>>> Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Hari Ini, 16 Juni 2026
Oleh karena itu, langkah paling aman bagi pelaku pasar adalah melakukan pembelian bertahap saat harga bergerak di atas level teknikal penting.
Update Terbaru
Filsuf Amanda Askell Rancang Kompas Moral untuk AI Claude
Kamis / 18-06-2026, 14:45 WIB
Motor Listrik Tangkas X7 New Diuji Tempuh Jarak 1.200 Km Banten-Bali
Kamis / 18-06-2026, 14:45 WIB
Elnusa Garap Proyek Seismik 3D Kandawulo di Selat Makassar
Kamis / 18-06-2026, 14:44 WIB
Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen, Respons Ketidakpastian Global
Kamis / 18-06-2026, 14:44 WIB
Jhonlin Group Gelar Seminar Tuberkulosis untuk Tingkatkan Kesadaran Karyawan
Kamis / 18-06-2026, 14:44 WIB
Chery Indonesia Rilis Teknologi Super Hybrid untuk Tekan Biaya Transportasi
Kamis / 18-06-2026, 14:44 WIB
OJK Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Dirut BEI Periode 2026-2030
Kamis / 18-06-2026, 14:44 WIB
Vespa Rayakan 80 Tahun dengan Festival Akbar di Roma
Kamis / 18-06-2026, 14:44 WIB
Sony Pictures Rilis Trailer Spider-Man: Brand New Day, Tom Holland Kembali sebagai Peter Parker
Kamis / 18-06-2026, 14:41 WIB
Jeff Bezos: AI Justru Akan Buka Lebih Banyak Lowongan Kerja
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Vespa Gelar Festival Akbar Rayakan 80 Tahun di Roma
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
KSPSI Desak Pemerintah Lindungi Pekerja Hotel Sultan Saat Eksekusi
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Wamenperin Yakin Indonesia Unggul Ambil Peluang Ekonomi Industri Halal
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Republik Ceko Hadapi Afrika Selatan di Fase Grup Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB






