KPCDI Soroti Ketimpangan Akut Pelayanan Dialisis Nasional
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menyoroti ketimpangan akut dalam sistem pelayanan dialisis nasional. Kondisi ini berdampak serius pada pasien gagal ginjal di Indonesia.
Dalam acara Indonesia Peritoneal Dialysis Patient Forum (INDOPD Forum) 2026 di Jakarta, KPCDI mengungkapkan bahwa sekitar 48 persen pasien gagal ginjal stadium akhir terlantar akibat keterbatasan akses.
>>> Bank Indonesia Perluas Interkoneksi QRIS ke Pasar Cina
Akibatnya, sekitar 60 ribu hingga 90 ribu pasien meninggal setiap tahun karena tidak mendapatkan tempat cuci darah.
Ketimpangan Metode CAPD dan HD
Ketua KPCDI Tony Richard Samosir menjelaskan bahwa ketimpangan terlihat dari minimnya pemanfaatan metode Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dibandingkan Hemodialisis (HD).
Penggunaan CAPD masih di bawah 0,1 persen.
"Sistem jaminan kesehatan saat ini belum memberikan rasa keadilan bagi pasien.
Pemanfaatan CAPD di Indonesia jalan di tempat di bawah 2 persen selama lebih dari satu dekade, sementara HD mendominasi hingga 98 persen," ujar Tony.
Ketimpangan ini dinilai memicu pemborosan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan menurunkan kualitas hidup pasien.
>>> PYFA Catat Rekor Penjualan Bersih Rp2,76 Triliun pada 2025
Institusi medis diduga enggan mengadopsi CAPD karena klaim tarif BPJS Kesehatan untuk HD konvensional jauh lebih besar.
Data alokasi anggaran tahun 2025 menunjukkan metode HD menghabiskan dana Rp13,5 triliun. Sementara itu, anggaran CAPD hanya sekitar Rp270 miliar.
Respons Kemenkes
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons dengan menginstruksikan penguatan layanan CAPD secara masif di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih efisien.
"Kita harus membangun sistem yang lebih preventif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, bukan pada kepentingan bisnis rumah sakit," ungkap Dirjen Farmayankes Kemenkes Lucia Rizka Andalusia.
Pemerintah menghadapi tantangan ketimpangan jangkauan geografis. Layanan HD sudah tersedia di seluruh kabupaten/kota, sedangkan CAPD baru menjangkau 119 dari 514 kabupaten/kota.
Kemenkes kini memperkuat jejaring layanan uronefrologi melalui program pengampuan di 512 rumah sakit madya, 40 rumah sakit utama, dan 17 rumah sakit paripurna.
>>> Link DANA Kaget 12 Juni 2026: Buru Saldo Gratis dengan Kuota Terbatas
Selain mendorong dialisis mandiri, pemerintah juga menggenjot kapasitas transplantasi ginjal.
Update Terbaru
TVRI Siarkan Langsung Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Meksiko vs Afrika Selatan Malam Ini
Jumat / 12-06-2026, 19:12 WIB
BI Rate Naik ke 5,5%, Likuiditas Bank KBMI 1 Tertekan
Jumat / 12-06-2026, 19:11 WIB
Kemesraan di Media Sosial: Antara Ekspresi Cinta dan Risiko Hubungan
Jumat / 12-06-2026, 19:11 WIB
Higgs Games Island Gaet Luis Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia ke Level Global
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
Studi PNAS: Model AI Modern Berhasil Lolos Turing Test
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
BYD Indonesia Catat 20 Ribu Calon Konsumen untuk M6 DM
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
Ronaldo Nazario Jagokan Spanyol dan Prancis Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
Pemerintah India Batasi Pembelian Solar untuk Konsumen Besar di SPBU
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
BI Proyeksikan Indeks Penjualan Riil Mei 2026 Turun 3,2 Persen
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
Viral Taylor Swift-Kylie Jenner Pelukan, Ini Kata Ahli Gestur
Jumat / 12-06-2026, 19:07 WIB
Kanada dan AS Gelar Laga Perdana Piala Dunia 2026 pada 13 Juni
Jumat / 12-06-2026, 19:06 WIB
5 Kafe Hidden Gem di Tebet yang Tenang dan Nyaman
Jumat / 12-06-2026, 19:06 WIB
Trump Setujui Pengenceran Uranium Iran di Bawah Pengawasan PBB
Jumat / 12-06-2026, 19:05 WIB
Dua Ganda Putri Indonesia Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:05 WIB






