Kemenkes Batasi Kenaikan Harga Obat Maksimal 20 Persen
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan penyesuaian harga obat akibat pelemahan nilai tukar rupiah tetap dalam batas wajar. Pemerintah menegaskan harga obat tidak boleh melonjak drastis secara sepihak.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi produsen yang mengambil keuntungan berlebih di tengah situasi sulit. Pemerintah menilai penyesuaian di kisaran 10 hingga 20 persen sebagai angka yang masih logis.
>>> Barcelona Resmi Rekrut Anthony Gordon dari Newcastle Senilai 80 Juta Euro
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, harga obat yang naik sudah dilihat mana yang masuk akal dan tidak.
"Sepuluh sampai 20 persen itu masih masuk akal. Tapi kalau di atas itu, jangan mengambil untung dari situ.
Untuk obat-obatan BPJS, kita berhasil jaga," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkes usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta.
Ia menjelaskan depresiasi rupiah tidak bisa menjadi alasan bagi produsen untuk menaikkan harga setinggi-tingginya.
>>> Sosok H Mujazin Tuntut Pengembalian Dana Talangan Program MBG
Sebab, mayoritas biaya operasional dan produksi obat domestik masih menggunakan mata uang rupiah. Dampak penguatan dolar AS tidak langsung memengaruhi total biaya produksi secara keseluruhan.
Koordinasi dengan Industri Farmasi
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Rizka Andalusia mengungkapkan langkah cepat yang telah dilakukan. Pihaknya langsung mengadakan koordinasi ketat dengan jajaran industri farmasi nasional.
Melalui koordinasi tersebut, Kemenkes mengunci batas atas atau plafon penyesuaian harga obat komersial di angka maksimal 20 persen.
"Paling tinggi 20 persen. Tergantung jenis obatnya, ada yang cuma menaikkan 5 persen atau 10 persen.
>>> Pertamina Ungkap Alasan Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Pertamax
Tapi tidak boleh lebih dari 20 persen," jelas Rizka.
Update Terbaru
Cisco Luncurkan Cisco Cloud Control, Platform Terpadu untuk Infrastruktur IT
Sabtu / 13-06-2026, 20:37 WIB
Astra Honda Racing Team Raih Dua Podium di ARRC Jepang 2026
Sabtu / 13-06-2026, 20:37 WIB
Pedro Acosta Yakin Jorge Martin Juara MotoGP 2026
Sabtu / 13-06-2026, 20:37 WIB
Anwar El Ghazi Sarankan Koeman Cadangkan Memphis Depay
Sabtu / 13-06-2026, 20:36 WIB
Timnas U19 Indonesia Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U19 2026
Sabtu / 13-06-2026, 20:36 WIB
Teddy Indra Wijaya Pastikan Fasilitas Publik Jakarta Pusat Siap Digunakan
Sabtu / 13-06-2026, 20:33 WIB
Menelusuri Kampung Peneleh, Tempat Lahir dan Kawah Candradimuka Sukarno
Sabtu / 13-06-2026, 20:33 WIB
Militer AS Tembak Jatuh Drone Iran di Tengah Perundingan Selat Hormuz
Sabtu / 13-06-2026, 20:33 WIB
Timnas AS Hajar Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 20:32 WIB
Cara Mudah Cek Desil Bansos 2026 Secara Online via Aplikasi dan Website
Sabtu / 13-06-2026, 20:32 WIB
Qatar Hadapi Swiss pada Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 20:28 WIB
Brasil Hadapi Maroko di Piala Dunia 2026 dengan Gelang Taktik Inovatif
Sabtu / 13-06-2026, 20:27 WIB
Brasil vs Maroko Buka Grup C Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 20:25 WIB
Bos Stellantis Akui Interior Chrysler Dulu Seperti Pistol Air Murahan
Sabtu / 13-06-2026, 20:25 WIB






