Pelemahan Rupiah Dorong Kenaikan Harga Obat, Pemerintah Batasi Maksimal 20 Persen
Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai berdampak pada sektor kesehatan, khususnya harga obat-obatan di pasar domestik.
Sekitar 90 persen bahan baku obat yang digunakan industri farmasi nasional masih bergantung pada impor. Akibatnya, kenaikan harga obat sulit dihindari.
>>> Pemerintah Dorong Kemitraan Swasta dan Koperasi untuk Ekonomi Inklusif
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui pelemahan rupiah telah dirasakan industri farmasi. Beberapa produsen mengalami kenaikan biaya produksi bervariasi, mulai dari sekitar 2 persen.
Pemerintah berupaya membatasi kenaikan harga agar tidak melampaui 20 persen.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat, terutama peserta JKN, terkait ketersediaan obat atau perubahan daftar obat yang ditanggung BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan Pastikan Tidak Ada Perubahan Daftar Obat
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menegaskan ketersediaan obat dalam Program JKN merupakan tanggung jawab bersama pemerintah pusat, daerah, dan fasilitas kesehatan.
"Perlu dipahami bahwa ada berbagai instansi yang terlibat dalam rantai pelayanan obat Program JKN. Sesuai regulasi, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan bertanggung jawab atas ketersediaan obat.
Sementara BPJS Kesehatan bertanggung jawab membayar biaya pelayanan kesehatan, termasuk obat," kata Rizzky.
Apabila terjadi hambatan pasokan, fasilitas kesehatan wajib mengambil langkah penanganan cepat. Pasien tidak boleh dirugikan akibat kendala stok.
Rizzky menjelaskan jika terjadi kekosongan stok obat, pasien JKN tetap berhak mendapatkan terapi yang sesuai. Fasilitas kesehatan wajib menyediakan obat substitusi dengan kandungan dan zat aktif yang sama.
>>> PTBA Pertahankan Target Operasional 49,5 Juta Ton di Tengah Wacana Relaksasi RKAB
"Apabila terjadi kekosongan stok obat, maka fasilitas kesehatan wajib memberikan obat substitusi dengan kandungan dan zat aktif yang sama," ujarnya.
Update Terbaru
Warga Patakbanteng Pulihkan Hutan Lindung Gunung Prau
Jumat / 12-06-2026, 16:29 WIB
Sinopsis Garuda di Dadaku: Tekad Putra Jadi Atlet Sepak Bola
Jumat / 12-06-2026, 16:29 WIB
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.007, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.547 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 16:29 WIB
PN Jakpus Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan pada 18 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 16:28 WIB
Sewa Baterai Motor Listrik Berisiko Hilangkan Fitur Pintar
Jumat / 12-06-2026, 16:28 WIB
IPO SpaceX Cetak Rekor Global, Namun Masih Kalah dari Pasar China
Jumat / 12-06-2026, 16:28 WIB
Microsoft Siapkan Game Eksklusif Baru untuk Xbox Setiap Tahun
Jumat / 12-06-2026, 16:28 WIB
GTA 6 Dikabarkan Hadirkan Sistem Mengemudi Otomatis yang Sesuai Lalu Lintas
Jumat / 12-06-2026, 16:27 WIB
Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,26 Juta Batang Rokok Ilegal di Merak
Jumat / 12-06-2026, 16:27 WIB
Kawasaki Brusky 125 Resmi Meluncur, Siap Tantang Honda Vario 125
Jumat / 12-06-2026, 16:26 WIB
Swiss Hadapi Dilema Pembatasan Populasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Jumat / 12-06-2026, 16:25 WIB
Pico Siapkan Headset Mixed Reality Project Swan, Saingi Apple Vision Pro
Jumat / 12-06-2026, 16:25 WIB
Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026 di Meksiko
Jumat / 12-06-2026, 16:25 WIB
Elon Musk Dekati Status Triliuner Pertama Usai IPO SpaceX Cetak Rekor
Jumat / 12-06-2026, 16:24 WIB






