Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota industri yang padat. Di balik hiruk-pikuknya, Kelurahan Peneleh menyimpan kisah masa muda proklamator Indonesia, Sukarno.

Salah satu situs bersejarah tersebut adalah Rumah Lahir Bung Karno yang terletak di Jalan Pandean Gang IV Nomor 15.

>>> Militer AS Tembak Jatuh Drone Iran di Tengah Perundingan Selat Hormuz

Bangunan dengan dinding putih bersih ini berada di gang sempit yang hanya bisa dilalui dua sepeda motor.

Saat memasuki pintu utama, pengunjung akan disambut mural silsilah keluarga berukuran besar.

Pemerintah Kota Surabaya telah menata interiornya dengan fasilitas digital dan visual interaktif tanpa menghilangkan kesederhanaan asli, dan tempat ini dapat diakses secara gratis.

Museum Tjokroaminoto, Tempat Sukarno Menempa Diri

Sekitar 15 menit berjalan kaki menyusuri tepi sungai dari rumah lahir, terdapat Gang VII Peneleh. Di lokasi ini berdiri kediaman HOS Tjokroaminoto yang kini menjadi Museum Tjokroaminoto.

>>> Timnas AS Hajar Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Di sinilah Sukarno muda tinggal, berdiskusi, dan memperdalam pemikiran bersama sang guru bangsa.

Menurut edukator museum, Haris, banyak anak muda yang tertarik belajar dengan Pak Tjokro, termasuk tokoh seperti Kartosuwirjo, Semaoen, Muso, dan Alimin.

Di lantai atas terdapat ruang loteng sempit minim pencahayaan. Kamar sederhana beralas tikar dan lampu teplok ini menjadi tempat para pemuda dari berbagai ideologi tidur bersama.

Di ruangan itulah Sukarno berlatih gestur dan vokal orasi di depan cermin sebelum menjadi orator ulung. Kamar kos bersahaja ini menjadi bukti awal lahirnya pergerakan besar di Indonesia.

>>> Cara Mudah Cek Desil Bansos 2026 Secara Online via Aplikasi dan Website

Museum HOS Tjokroaminoto buka dari Selasa hingga Minggu pukul 08.00–15.00 WIB. Tiket masuk hanya Rp5.000, dapat dibayar tunai atau dompet digital.