Kru serial Harry Potter mengungkapkan bahwa proses pembuatan acara televisi tersebut berlangsung 'brutal'. Mereka harus bekerja dengan sangat cepat dibandingkan syuting acara lainnya.

Sinematografer Adriano Goldman mengatakan kru harus tangkas karena menyesuaikan ketersediaan waktu para aktor anak-anak.

>>> Gangguan Telinga Memburuk, IU Tunda Konser dan Rilis Album

'Anda harus syuting dengan sangat cepat, dan semakin cepat Anda syuting, semakin banyak kualitas yang dikorbankan,' ujarnya seperti diberitakan Variety pada Minggu (19/7).

Jadwal syuting yang ketat disebabkan oleh para bintang cilik yang harus menyeimbangkan sekolah di lokasi syuting dengan pembuatan film.

Goldman mencontohkan Dominic McLaughlin (Harry Potter), Alastair Stout (Ron Weasley), dan Arabella Stanton (Hermione Granger) hanya berada di lokasi selama satu setengah jam.

Selama waktu itu, Goldman dan tim harus melakukan enam pengaturan sebelum para aktor muda pergi. 'Ini sangat sulit; Anda syuting semuanya tidak berurutan karena penjadwalan seperti itu.

Prosesnya sangat rumit,' katanya.

>>> Debut The Odyssey Raup Rp2,2 T, Kuasai Box Office Hollywood

Pada Juli 2025, Warner Bros. Studios Leavesden selaku rumah produksi serial ini membangun sekolah sementara untuk para aktor muda.

Musim pertama berjudul Harry Potter and the Philosopher's Stone akan fokus pada ulang tahun Harry yang ke-11 dan surat penerimaannya ke Hogwarts.

Serial Harry Potter dijadwalkan tayang mulai libur Natal 2026.

Meski Season 1 belum tayang, serial ini sudah dipastikan lanjut ke Season 2, Harry Potter and the Chamber of Secrets, pada musim gugur 2026.

>>> Kursi IMAX dan 4DX The Odyssey Ludes Hingga Besok

Rencananya, seluruh tujuh buku akan diadaptasi dalam satu dekade.