Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mendorong penguatan langkah mitigasi pada jalur lintasan satwa liar.

Langkah ini diambil setelah ditemukannya seekor tapir mati di jalan koridor PT Riau Andalan Pulp and Paper, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada Jumat (19/6).

in1

>>> Bandara Internasional Minangkabau Alokasikan Rp553 Miliar untuk Tingkatkan Layanan

Upaya mitigasi bertujuan mencegah terulangnya kecelakaan yang dapat mengancam kelestarian satwa dilindungi di kawasan sekitar Taman Nasional Tesso Nilo.

Tapir merupakan satwa dilindungi yang habitatnya kerap terfragmentasi oleh aktivitas manusia dan infrastruktur.

Kematian tapir akibat tertabrak kendaraan menunjukkan perlunya penanganan serius terhadap jalur lintasan satwa liar.

>>> Kemdiktisaintek Buka Beasiswa PDDI 2026 untuk Dosen S3

BBKSDA Riau akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperkuat rambu dan pengamanan di titik rawan kecelakaan satwa.

Selain itu, edukasi kepada pengguna jalan juga menjadi bagian dari strategi mitigasi jangka panjang.

Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dikenal sebagai salah satu habitat penting bagi satwa liar di Sumatera.

>>> Kemendiktisaintek Tambah Tes Bakat Skolastik pada Seleksi Beasiswa PDDI 2026

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan konservasi.