BOS dan BKSDA Lepasliarkan Lima Orangutan ke Hutan Kalimantan

Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan pihak terkait kembali melepasliarkan lima orangutan ke hutan Kalimantan, tepatnya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).
Ketua Pengurus Yayasan BOS, Jamartin Sihite, mengatakan setiap orangutan yang kembali ke hutan membawa cerita perjuangan panjang.
>>> Trump Klaim Apple dan Intel Rampungkan Kesepakatan Produksi Chip di AS
Himba, Lykke, Farida, Nett, dan Semeru telah melalui bertahun-tahun rehabilitasi untuk belajar kembali menjadi orangutan liar.
Ia menambahkan bahwa pelepasliaran ini bukan sekadar akhir dari proses rehabilitasi, tetapi awal dari kehidupan baru mereka di alam.
Kelima individu orangutan terdiri atas tiga betina dan dua jantan. Mereka telah melewati masa rehabilitasi panjang di Nyaru Menteng dan dinyatakan siap hidup mandiri di alam liar.
Setiap individu memiliki kisah unik. Himba, orangutan jantan berusia 15 tahun, ditemukan dengan luka bakar serius akibat kebakaran hutan saat masih bayi.
Setelah 14 tahun rehabilitasi, ia tumbuh tangguh, aktif menjelajah, dan terampil mencari pakan alami.
Lykke, betina berusia 23 tahun, tiba di Nyaru Menteng bersama induknya saat berusia sekitar satu bulan.
Setelah hampir 22 tahun rehabilitasi, ia dikenal mandiri dan banyak menghabiskan waktu di atas pohon.
>>> BRIN Temukan Spesies Baru Rhododendron di Sulawesi Tengah
Farida, betina berusia 19 tahun asal Tumbang Samba, menunjukkan kemampuan eksplorasi dan adaptasi yang baik selama masa pra-pelepasliaran.
Bersama Nett dan Semeru, mereka kini memulai perjalanan baru menuju kebebasan.
Kepala BKSDA Kalteng Andi Muhammad Kadhafi mengatakan setiap pelepasliaran adalah bagian dari upaya memulihkan keseimbangan ekosistem dan memastikan kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Pelepasliaran kali ini merupakan yang ke-47 bersama Yayasan BOS di Kalimantan Tengah.
Ia mengapresiasi kerja sama yang terus terjalin dalam mendukung konservasi orangutan dan habitatnya, sehingga upaya pelestarian dapat berjalan berkelanjutan.
Kepala TNBBR Mochamad Satori menambahkan bahwa taman nasional tersebut merupakan benteng penting bagi kelangsungan hidup orangutan di alam liar.
Lima individu yang dilepasliarkan akan menjadi bagian dari ekosistem hutan yang terus dijaga bersama.
>>> Dokter Bagikan Tips Lari untuk Pemula agar Aman dan Sehat
Menurutnya, kehadiran mereka di alam berperan penting dalam menjaga keseimbangan hutan tropis, sehingga perlindungan kawasan konservasi harus diperkuat melalui kerja sama lintas pihak dan dukungan masyarakat.
Update Terbaru
Kementerian PU Targetkan 10 Ruas Tol Baru Beroperasi Desember 2026
Jumat / 19-06-2026, 20:40 WIB
AAUI: Pembukaan Selat Hormuz Berdampak Positif bagi Asuransi Marine Cargo
Jumat / 19-06-2026, 20:40 WIB
Harga Logam Mulia Global Turun ke Level 4.173 USD per T.Oz
Jumat / 19-06-2026, 20:40 WIB
Mendukbangga Apresiasi Penurunan Stunting di Kulon Progo di Bawah Rata-rata Nasional
Jumat / 19-06-2026, 20:36 WIB
Kemdikdasmen Dukung Beasiswa S1 Fast Retailing Foundation ke Jepang
Jumat / 19-06-2026, 20:36 WIB
Pesta Timuran Jaksel Siap Gelar Festival Musik dan Budaya di CIBIS Park
Jumat / 19-06-2026, 20:36 WIB
Rusia dan Mesir Sepakat Perluas Kerja Sama Kontra-Terorisme
Jumat / 19-06-2026, 20:35 WIB
RUU HAM Hadirkan Perlindungan Khusus bagi Pembela Hak Asasi Manusia
Jumat / 19-06-2026, 20:35 WIB
Great World Circus 2 On Ice Hadir di Makassar Isi Liburan Sekolah
Jumat / 19-06-2026, 20:35 WIB
Pemprov Banten Percepat Pembangunan PLTS di Pulau Tunda untuk Listrik 24 Jam
Jumat / 19-06-2026, 20:33 WIB
BSKDN Gelar Forum Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah untuk Kawal Program Presiden
Jumat / 19-06-2026, 20:33 WIB
BSI Berdayakan Mustahik Lewat Program Waste Management, Sampah Jadi Tabungan Emas
Jumat / 19-06-2026, 20:33 WIB
Dasco Telepon Bahlil dan Kepala BGN Saat Audiensi Mahasiswa di DPR
Jumat / 19-06-2026, 20:32 WIB
Fabio Quartararo Buka Suara Usai Absen Tes Motor Baru Yamaha 850 cc
Jumat / 19-06-2026, 20:32 WIB






