Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat melibatkan kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah di kawasan Gunung Rinjani.

Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian kawasan pendakian yang menjadi destinasi favorit para pendaki.

in1

>>> MenPPPA: Pendidikan Berkualitas Hak Setiap Anak, Sekolah Rakyat Solusi Nyata

Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan mengatakan kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat sebagai upaya nyata menjaga kelestarian Gunung Rinjani.

Salah satu wujud kerja sama adalah penandatanganan nota kesepahaman pengangkutan sampah antara SPTN Wilayah I TNGR dan TPS3R Arung Rinjani di Desa Senaru.

Kerja sama ini menjadi komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah hasil aktivitas pendakian, khususnya di jalur Senaru dan Torean.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, kebersihan kawasan tetap terjaga dan pengalaman berwisata menjadi lebih nyaman.

>>> Kanada Bantai Qatar 6-0, Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia

Budy menekankan bahwa Gunung Rinjani bukan hanya destinasi yang dinikmati saat ini, tetapi warisan alam yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

"Gunung yang bersih adalah tanggung jawab bersama," ujarnya.

Selain itu, Balai TNGR juga melaksanakan pendampingan kelompok binaan masyarakat di wilayah Resor Torean dan Resor Aik Berik.

Pendampingan ini bertujuan memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong pengembangan ekonomi yang selaras dengan prinsip konservasi.

Budy berharap pendampingan berkelanjutan mampu memperkuat kemandirian kelompok dan meningkatkan nilai tambah produk unggulan masyarakat.

>>> BI Rate Naik Hambat Penerbitan Obligasi Korporasi Semester II 2026

Peran masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi pun diharapkan semakin kuat untuk generasi mendatang.