Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 41 Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat.

Dalam kunjungan itu, ia menegaskan bahwa pendidikan berkualitas merupakan hak setiap anak Indonesia.

in1

>>> Kanada Bantai Qatar 6-0, Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Pemimpin bangsa di masa depan sangat tergantung pada bagaimana kita memperlakukan dan memenuhi hak-hak mereka hari ini," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta.

Ia menambahkan, jika pemenuhan gizi tidak terpenuhi, anak-anak tidak akan mampu bersaing. Begitu pula jika kesehatan dan pendidikannya tidak diperhatikan, mereka sulit berprestasi dan belajar dengan tenang.

Menteri Arifah menekankan bahwa Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis pemerintah untuk menciptakan generasi emas yang unggul dan berkualitas.

Dalam kesempatan itu, ia berdialog langsung dan memberikan semangat kepada para siswa agar tetap optimistis menuntut ilmu.

"Kalian memiliki kesempatan yang luar biasa untuk tumbuh menjadi individu yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

>>> BI Rate Naik Hambat Penerbitan Obligasi Korporasi Semester II 2026

Manfaatkan fasilitas pembelajaran ini dengan sebaik-baiknya," ujar Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Dampak Positif Sekolah Rakyat

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SRT 41 Tasikmalaya, Dika Restu Rohmana, menyampaikan apresiasi atas program Sekolah Rakyat.

Menurutnya, Sekolah Rakyat memberikan dampak positif yang sangat signifikan, khususnya bagi anak-anak pada kelompok desil 1 dan 2, serta anak-anak yang rentan putus sekolah.

"Sekolah Rakyat ini hadir untuk merangkul dan memuliakan anak-anak dari desil 1 dan 2.

Mulai dari mereka yang kondisi huniannya belum layak, anak dengan orang tua yang berpisah, hingga anak-anak yang menjadi korban perundungan.

Di sini, seluruh siswa disetarakan untuk cerdas bersama," tutur Dika.

>>> Mitsubishi Kuda Jadi Buruan Kolektor karena Kecepatan dan Suspensi Unggul

Ia menambahkan, melalui program ini, anak-anak yang tadinya kesulitan mengakses pendidikan kini bisa kembali merajut cita-cita, sejalan dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.