BI Rate Naik Hambat Penerbitan Obligasi Korporasi Semester II 2026
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ke level 5,75% berpotensi menahan laju penerbitan obligasi korporasi pada semester II-2026.
Tingginya biaya pendanaan membuat sebagian emiten diperkirakan lebih berhati-hati dalam mencari pendanaan.
>>> Mitsubishi Kuda Jadi Buruan Kolektor karena Kecepatan dan Suspensi Unggul
Langkah ini diambil terutama untuk kebutuhan ekspansi dan investasi baru. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, potensi perlambatan penerbitan obligasi korporasi pada semester II tetap ada.
Kondisi tersebut terutama berasal dari emiten yang menerbitkan obligasi untuk ekspansi atau kebutuhan investasi baru. Jika prospek permintaan, margin, atau profitabilitas melemah, emiten cenderung menunda penerbitan obligasi.
Langkah lain yang diambil emiten adalah memperkecil ukuran emisi atau memilih tenor yang lebih pendek. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi beban kupon di tengah situasi ekonomi saat ini.
"Biaya pendanaan yang lebih mahal membuat proyek investasi harus menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi agar tetap layak," ujar Ahmad kepada Kontan, Kamis (18/6/2026).
Meskipun demikian, Ahmad menilai penerbitan obligasi korporasi tidak akan mengalami penurunan drastis. Pasalnya, kebutuhan refinancing atau pembiayaan kembali utang masih cukup besar hingga akhir tahun.
Data dari Pefindo menunjukkan total surat utang korporasi yang akan jatuh tempo sepanjang tahun 2026 mencapai Rp 162,72 triliun.
Kebutuhan dana ini tersebar di beberapa periode penandatanganan.
Puncak jatuh tempo obligasi tersebut terjadi pada kuartal III sebesar Rp 63,95 triliun. Sementara itu, nilai jatuh tempo pada kuartal IV tercatat sebesar Rp 43,56 triliun.
"Artinya, semester II masih membawa kebutuhan pendanaan yang signifikan.
Emiten yang memiliki jatuh tempo dalam waktu dekat tetap perlu masuk pasar, meskipun harus menerima kupon yang lebih tinggi," jelasnya.
Update Terbaru
BRI Finance Pertahankan Biaya Pencadangan, Tak Ikuti Tren Industri
Minggu / 21-06-2026, 15:28 WIB
Pemkab Bandung Siapkan Raperda untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Minggu / 21-06-2026, 15:26 WIB
Pecco Menang Sprint Race MotoGP Ceko tapi Masih Belum Nyaman dengan Motor
Minggu / 21-06-2026, 15:24 WIB
Komdis PSSI Denda Persija, Persib, dan Persebaya Ratusan Juta
Minggu / 21-06-2026, 15:24 WIB
Persija dan Persib Kena Denda Ratusan Juta Akibat Ulah Suporter
Minggu / 21-06-2026, 15:21 WIB
Aprilia Tak Ajukan Banding, Bezzecchi Dipastikan Absen di MotoGP Ceko
Minggu / 21-06-2026, 15:21 WIB
Pratinjau Selandia Baru vs Mesir: Dua Tim Cari Kemenangan Perdana
Minggu / 21-06-2026, 15:20 WIB
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut
Minggu / 21-06-2026, 15:16 WIB
Ekonom CELIOS: Efisiensi Anggaran Tebang Pilih, Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul
Minggu / 21-06-2026, 15:16 WIB
PT Esa Medika Mandiri Siap IPO, Target Dana Rp269 Miliar untuk Ekspansi
Minggu / 21-06-2026, 15:16 WIB
Samsung Resmi Rilis One UI 8.5, Ini Daftar Galaxy S, A, Z Fold, dan Tab yang Kebagian Pembaruan
Minggu / 21-06-2026, 15:12 WIB
3 Rekomendasi Sepatu Lari Brodo untuk Pemula hingga Profesional
Minggu / 21-06-2026, 15:12 WIB
Dokter Spesialis Kulit Sarankan Cuci Bra Rutin demi Jaga Kesehatan Kulit
Minggu / 21-06-2026, 15:12 WIB
6 Negara Ini Pernah Jadi Bagian Indonesia, Begini Nasibnya Kini
Minggu / 21-06-2026, 15:11 WIB






