BI Rate Naik Hambat Penerbitan Obligasi Korporasi Semester II 2026
Aktivitas penerbitan obligasi korporasi sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan hingga Mei 2026. Nilai penerbitan secara kumulatif mencapai Rp 78,09 triliun pada periode tersebut.
Jumlah itu meningkat sebesar 30,25% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat senilai Rp 59,95 triliun.
Namun, kenaikan ini didorong faktor tertentu.
Ahmad menilai kenaikan tersebut lebih banyak dipicu oleh kebutuhan refinancing, prefunding, serta pengelolaan likuiditas perusahaan. Faktor-faktor tersebut lebih mendominasi dibandingkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis baru.
Pasar obligasi korporasi dinilai akan semakin selektif dalam kondisi suku bunga yang tinggi saat ini. Emiten dengan peringkat tinggi masih memiliki akses pasar yang relatif baik.
>>> 5 Tips Feng Shui Tempat Usaha agar Laris dan Maju
Sebaliknya, emiten dengan profil kredit yang lebih lemah kemungkinan menghadapi premi risiko yang lebih besar. Pergerakan kupon obligasi korporasi ke depan akan dipengaruhi beberapa hal.
Faktor Penentu Kupon Obligasi
Ahmad menjelaskan bahwa arah kupon obligasi korporasi pada semester II akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Kebijakan suku bunga BI dan pergerakan yield Surat Berharga Negara menjadi penentu utama.
BI Rate yang kini berada di level 5,75% berpotensi menjaga tingkat imbal hasil obligasi tetap tinggi dalam jangka pendek.
Kondisi ini membuat investor meminta kompensasi risiko lebih besar.
Faktor penting lain yang memengaruhi adalah likuiditas domestik, kebutuhan penerbitan SBN pemerintah, serta kondisi fiskal.
Jika pasokan SBN meningkat saat likuiditas ketat, investor akan meminta kupon obligasi korporasi yang lebih tinggi.
"Defisit fiskal dan pasokan SBN menjadi penting karena keduanya memengaruhi kompetisi penyerapan dana di pasar obligasi," imbuhnya.
Dari sisi eksternal, premi risiko pasar obligasi juga ditentukan oleh pergerakan yield US Treasury (UST), arah dolar AS, harga energi, tensi geopolitik, serta stabilitas nilai tukar rupiah.
Update Terbaru
DKI Jakarta Catat 100 Ribu Pendaftar Program Padat Karya
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Dishub Jatim Siapkan Sistem Transportasi Cerdas untuk TransJatim
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Prancis Runtuhkan Dongeng Kroasia di Final Piala Dunia 2018
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Devin/Faathir Runner-up Macau Open 2026 Usai Kalah dari Pasangan Korea
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Festival Depok Heritage 2026 Digelar Akhir Pekan Ini
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Jokowi Rayakan Ultah ke-65, Ribuan Warga Padati Kediaman di Sumber Solo
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menko Zulhas Targetkan 80 Persen Masalah Sampah Nasional Tuntas 2029
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menteri PU Tinjau Infrastruktur Pascagempa di Sulawesi Tengah
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Real Madrid Bantah Rumor Transfer Michael Olise dari Bayern Munchen
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Dua Fase Penting Perkembangan Anak Usia 1 Tahun yang Perlu Diketahui Orang Tua
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Collazo KO Valdez di Ronde Kedua, Rekor Tak Terkalahkan Terjaga
Minggu / 21-06-2026, 16:31 WIB
Dieng Caldera Race 2026 Diikuti 2.000 Peserta, Perputaran Uang Capai Rp20 Miliar
Minggu / 21-06-2026, 16:28 WIB
3 Sunscreen Murah di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Ramah Kantong
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Van Dijk Minta Belanda Fokus ke Laga Selanjutnya Usai Bantai Swedia
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB






