Musim panas 2025 akan segera tiba. Jika Anda masih menyusun daftar tontonan, cobalah Young Ladies Don't Play Fighting Games.

Anda tidak perlu menjadi penggemar fighting game untuk menikmati anime ini. Episode pertamanya berhasil menarik minat bahkan bagi yang jarang bermain game pertarungan.

in1

>>> Asteroid Dinamai Barbie Hsu, Istri DJ Koo

Serial ini memperkenalkan karakter utama dan latar dengan baik. Penonton mendapat gambaran jelas tentang akademi tempat para gadis anggun dan refined bersekolah.

Bermain fighting game dianggap tidak feminin di lingkungan tersebut. Episode pertama juga memberikan latar belakang dan karakterisasi yang cukup untuk salah satu tokoh utama.

Premisnya mengundang geli: gadis yang diharapkan bersikap anggun diam-diam bertarung dalam game.

Ini mengingatkan pada Rock Is a Lady's Modesty, hanya saja kali ini yang disembunyikan adalah hasrat bermain fighting game.

Studio Diomedéa kembali menunjukkan kemampuannya menangani cerita semacam ini.

Adaptasi mereka terhadap The Magical Revolution of the Reincarnated Princess and the Genius Young Lady sebelumnya sangat memuaskan.

>>> Kim Soo-hyun Bersiap Kembali ke Layar Kaca Setelah Setahun Vakum

Pengisi suara juga menjadi sorotan. Kana Ichinose dan Ikumi Hasegawa tampil fantastis, terutama Kana yang memerankan Mio.

Karakter Mio berubah kepribadian tergantung situasi, dan Kana menangkap perubahan itu dengan sempurna.

Nada dan volume suaranya berubah mulus saat Mio ketahuan bermain game. Perbedaan antara Mio yang menjaga citra refined dan Mio yang menunjukkan jati dirinya terdengar jelas.

Secara keseluruhan, Young Ladies Don't Play Fighting Games memiliki awal yang kuat.

Baik penggemar fighting game, yuri, maupun pencari anime baru musim ini, seri ini menawarkan sesuatu yang menarik.

>>> Lee Sang-hee, Aktris yang Diam-diam Mengisi Deretan Hits Netflix Korea

Anime Corner mendapatkan akses pratinjau episode 1. Anime ini dijadwalkan tayang perdana pada 7 Juli dan dapat disaksikan di Crunchyroll.