Kemendiktisaintek Tambah Tes Bakat Skolastik pada Seleksi Beasiswa PDDI 2026
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menerapkan syarat baru dalam seleksi Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) tahun 2026.
Calon penerima beasiswa kini wajib mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS) sebagai bagian dari tahapan seleksi.
>>> IHSG Konsolidasi Jelang Keputusan MSCI, Simak Rekomendasi Saham
Kebijakan ini diumumkan pada Jumat (19/6/2026) dan berlaku bagi pendaftar mahasiswa baru yang mengajukan beasiswa PDDI 2026.
Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Sandro Mihradi, menyatakan bahwa TBS menjadi pembeda utama dari prosedur tahun sebelumnya.
"Jadi adanya TBS ini menjadi pembeda dari pelaksanaan program pada tahun sebelumnya," ujar Sandro.
Tes ini bertujuan mengukur potensi akademik, kemampuan kognitif, dan keterampilan memecahkan masalah para calon dosen.
Selain TBS, peserta seleksi tetap harus melalui tahapan wawancara wajib.
Program PDDI 2026 ditujukan bagi dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di bawah naungan Kemendiktisaintek.
>>> BPS DIY Awali Sensus Ekonomi dengan Gerebek Lorong di Malioboro
Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan jumlah doktor sekaligus mutu pendidikan tinggi nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa dosen yang mengikuti program doktor tetap berhak menerima tunjangan sertifikasi dosen.
"Dosen sambil berkuliah itu tetap bisa melaksanakan Tri Dharma, sehingga hal-hal yang sifatnya pendapatan dari Serdos dan dari lainnya itu tetap bisa diberikan," kata Brian.
Ia menambahkan bahwa fasilitas pendidikan doktor di dalam negeri semakin baik untuk meningkatkan kapasitas riset.
Brian mendorong para dosen untuk mendaftar dan menyelesaikan studi tepat waktu.
>>> BNPB Segera Bangun Huntara untuk Korban Gempa di Sigi, Sulteng
"Saya mendorong silakan mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa ini, ikuti kuliah dengan baik, lakukan penelitian dengan maksimal sehingga bisa meraih gelar doktor pada waktu yang cepat," ujarnya.
Update Terbaru
Young Ladies Don't Play Fighting Games Episode 1: Awal yang Menjanjikan
Sabtu / 20-06-2026, 00:16 WIB
Asteroid Dinamai Barbie Hsu, Istri DJ Koo
Sabtu / 20-06-2026, 00:16 WIB
Kim Soo-hyun Bersiap Kembali ke Layar Kaca Setelah Setahun Vakum
Sabtu / 20-06-2026, 00:16 WIB
Pemprov Banten Evaluasi Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu / 20-06-2026, 00:16 WIB
Israel Perketat Akses, Lebih dari 60 Ribu Jamaah Shalat Jumat di Al-Aqsa
Sabtu / 20-06-2026, 00:16 WIB
BKSDA Sumbar Evakuasi Beruang Madu Terjerat Tali Nilon di Pasaman
Sabtu / 20-06-2026, 00:16 WIB
Lee Sang-hee, Aktris yang Diam-diam Mengisi Deretan Hits Netflix Korea
Sabtu / 20-06-2026, 00:15 WIB
Bobby Nasution Siap Teruskan Petisi Dukungan MBG ke Presiden Prabowo
Sabtu / 20-06-2026, 00:15 WIB
MBR Kini Bisa Beli Rumah di Luar Domisili, Sertifikasi Gratis
Sabtu / 20-06-2026, 00:15 WIB
Trump Dengar Penjelasan Soal Kuota EV China Kanada, Bereaksi Positif
Sabtu / 20-06-2026, 00:13 WIB
Porsche Hentikan Produksi Taycan Wagon, Fokus pada Sedan
Sabtu / 20-06-2026, 00:12 WIB
JLR Berencana Bangun Defender Berbasis Stellantis di Amerika
Sabtu / 20-06-2026, 00:12 WIB
IMM NTB Dorong Perbaikan Tata Kelola Program MBG Tanpa Hentikan Pelaksanaan
Sabtu / 20-06-2026, 00:12 WIB
Riwayat Genetik hingga Gaya Hidup Jadi Faktor Risiko Stroke
Sabtu / 20-06-2026, 00:12 WIB






