Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengevakuasi seekor beruang madu yang terjerat tali nilon di kebun warga Botan, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Jumat (19/6).

Kepala Resor Konservasi Wilayah I Pasaman BKSDA Sumbar Edi Susilo mengatakan evakuasi dilakukan bersama petugas BKSDA, Centre for Orangutan Protection (COP), dan dokter hewan dari Dinas Pertanian Pasaman.

in1

>>> Bobby Nasution Siap Teruskan Petisi Dukungan MBG ke Presiden Prabowo

"Beruang kita bius sebelum evakuasi dilakukan," kata Edi Susilo di Lubuk Basung, Jumat.

Setelah dibius, beruang betina dewasa itu ditemukan mengalami luka bekas jerat di kaki. Petugas kemudian mengevakuasinya dengan tandu ke pos KSDA di Taman Wisata Alam (TWA) Rimbo Panti.

"Sesampai di TWA Rimbo Panti, beruang mendapatkan perawatan dari dokter hewan," ujarnya.

Evakuasi dilakukan setelah BKSDA Sumbar menerima informasi dan video dari masyarakat Jorong Kuamang tentang adanya beruang madu terjerat tali nilon di daerah Buton, Jorong Kuamang, sekitar pukul 11.46 WIB.

>>> MBR Kini Bisa Beli Rumah di Luar Domisili, Sertifikasi Gratis

Imbauan Penggunaan Jerat

Sebelumnya, seekor harimau sumatra betina berusia di bawah satu tahun juga ditemukan terjerat ratus Pasaman di kebun warga Jorong Lima Sempadang, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Kamis (21/5).

Harimau itu mengalami luka di leher dan kaki.

Menanggapi kejadian tersebut, BKSDA Sumbar mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pelarangan Penggunaan Jerat Rattus Pasaman, Jerat Berbahaya Sling atau Kawat Baja untuk Pengendalian Hama Babi Hutan.

Surat edaran itu bertujuan melindungi keanekaragaman hayati dan mencegah kematian satwa liar dilindungi, seperti harimau sumatra dan beruang madu, akibat jerat berbahaya.

>>> IMM NTB Dorong Perbaikan Tata Kelola Program MBG Tanpa Hentikan Pelaksanaan

"Kita bakal menyosialisasikan surat edaran secara masif ke masyarakat melalui pemerintah nagari atau desa, agar tidak terulang lagi satwa dilindungi terkena jerat," kata Edi Susilo.