Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (DPD IMM NTB) mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa menghentikan pelaksanaannya.

Ketua Umum DPD IMM NTB Mahmud mengatakan MBG merupakan program strategis pemerintah yang perlu terus dijalankan sembari dilakukan evaluasi.

in1

>>> Riwayat Genetik hingga Gaya Hidup Jadi Faktor Risiko Stroke

"Program ini sangat strategis karena mencerminkan komitmen negara untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa di masa depan.

Karena itu, program ini perlu didukung dan dikawal bersama," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Mahmud, MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga mendukung upaya menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.

Ia mengatakan berbagai perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam pelaksanaan MBG mendapat respons positif dari para penerima manfaat.

DPD IMM NTB juga menilai program tersebut telah menjangkau puluhan juta siswa di berbagai daerah.

Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak, program tersebut turut menggerakkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan penyerapan hasil pertanian dan produk pangan lokal.

"Berbagai komoditas seperti beras, jagung, kedelai, sayuran, telur, ikan, daging, dan produk pangan lainnya kini memiliki pasar yang lebih jelas melalui Program MBG," ujarnya.

>>> BRKS dan BEM Poliwangi Soroti Dugaan Tambang Emas Ilegal di Petak 56

Menurut dia, dampak tersebut juga dirasakan petani di sejumlah daerah di NTB, seperti Lombok Timur, Sumbawa, Bima, dan Dompu, melalui meningkatnya kepastian permintaan terhadap hasil panen.

Mahmud menegaskan proses hukum terhadap individu yang diduga terlibat pelanggaran tidak semestinya menghentikan program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.