Pemerintah Provinsi Banten tengah mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Langkah ini diambil untuk membenahi ketimpangan distribusi bantuan dan tata kelola data penerima manfaat.

in1

>>> Israel Perketat Akses, Lebih dari 60 Ribu Jamaah Shalat Jumat di Al-Aqsa

Asisten Daerah I Provinsi Banten sekaligus Wakil Ketua Satgas Program MBG Banten, Komarudin, menyatakan evaluasi juga menyesuaikan arah kebijakan setelah pergantian pimpinan pusat.

Seluruh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kemungkinan dihentikan sementara selama libur sekolah.

Fokus utama evaluasi adalah membenahi data penerima manfaat yang kacau. Komarudin menyoroti adanya wilayah yang mendapat alokasi besar, sementara wilayah lain belum tersentuh sama sekali.

Prioritas Penerima Akan Digeser

Pemprov Banten berencana memetakan ulang skala prioritas penerima. Jika sebelumnya MBG menyasar peserta didik umum, ke depan fokus bisa bergeser ke kelompok paling membutuhkan.

“Kita akan melihat ulang siapa yang paling berhak menerima. Prioritas bisa bergeser ke balita, ibu hamil, anak PAUD-TK, serta masyarakat di wilayah 3T,” ujar Komarudin.

>>> BKSDA Sumbar Evakuasi Beruang Madu Terjerat Tali Nilon di Pasaman

Ia juga mengungkapkan ketidaksesuaian antara target penerima dan pembangunan infrastruktur.

Hingga kini, penerima MBG di Banten baru 2,9 juta orang, kurang 600 ribu dari target 3,5 juta orang.

Sementara itu, jumlah dapur MBG yang beroperasi justru surplus. Dari target 1.171 unit, telah berdiri sekitar 1.340 dapur.

Akibatnya, 63 dapur saat ini ditangguhkan.

>>> Bobby Nasution Siap Teruskan Petisi Dukungan MBG ke Presiden Prabowo

Komarudin menegaskan dapur yang sudah beroperasi bisa ditutup permanen jika peta kebutuhan baru tidak sesuai. Ia mendorong pemerintah daerah lebih aktif dalam pendataan ke depan.