Mandi air hangat setelah seharian beraktivitas dinilai mampu membantu tubuh lebih rileks, meredakan ketegangan otot, serta meningkatkan kualitas tidur.

Managing Director Ariston Group Indonesia Erwin Lim mengatakan, mandi air hangat memberikan banyak keuntungan, seperti melepas stres dan memulihkan otot.

in1

>>> MAN DKI Jakarta Buka Jalur Tahfidz dengan Kuota 7 Persen

Ia menambahkan, kebutuhan air hangat di rumah kini tidak hanya dipengaruhi cuaca, tetapi juga digunakan untuk memandikan bayi, membantu kenyamanan lansia, dan relaksasi.

Meski demikian, pemanas air masih belum menjadi prioritas sebagian keluarga karena dianggap kurang aman, boros listrik, dan bukan kebutuhan utama.

Erwin menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Sejumlah produk pemanas air kini telah menggunakan teknologi hemat energi.

"Hanya dengan 150 watt, sudah bisa membawa kenyamanan di rumah. Dibandingkan AC, 500 watt ke atas.

>>> Faktor Lingkungan Paling Memengaruhi Obesitas, Bukan Genetik

Jadi sangat terbantu dengan adanya low watt water heater," katanya.

Teknologi Hemat Energi untuk Kenyamanan

Executive Vice President AMEA Ariston Umberto Crovella mengatakan, pengembangan teknologi rumah tangga perlu mengedepankan kenyamanan sekaligus efisiensi energi.

"Sustainability harus bisa diakses semua orang, dari produk paling terjangkau hingga yang paling premium. Kenyamanan yang berkelanjutan bagi semua orang, itu yang kami yakini," ujarnya.

Sejumlah penelitian menunjukkan mandi air hangat menjelang tidur membantu menurunkan suhu inti tubuh setelah keluar kamar mandi, sehingga mempermudah proses tidur.

>>> WhatsApp Ubah Tampilan Android Jadi Mirip iPhone, Menu Pindah ke Bawah

Air hangat juga diketahui dapat melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan memberikan efek relaksasi setelah beraktivitas.